Kesucian Jiwa

gambar orang merenung

(Makna Sebuah Renungan)

oleh. Raddy Ibnu Jihad* 

“Ketika kumohon pada Allah kekuatan, Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat. Ketika kumohon pada-Nya kebijaksanaan, Allah memberiku masalah untuk dapat kupecahkan. Ketika kumohon pada-Nya kesejahteraan, Allah memberiku akal untuk berpikir. Ketika kumohon pada-Nya keberanian, Allah memberiku kondisi bahaya untuk dapat kuatasi. Ketika kumohon pada-Nya sebuah cinta, Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong. Ketika kumohon pada-Nya bantuan, Allah memberiku kesempatan. Aku tak pernah menerima apa yang kuminta, tapi aku menerima segala yang kubutuhkan. Do’aku terjawab sudah.”

Serangkaian kalimat syahdu ketika dilantunkan tersebut adalah bait do’a yang pernah dilantunkan oleh khalifah Islam keempat sepeninggal rasulullah SAW. Beliau merupakan seorang pemimpin yang cerdas dan begitu sayang pada rakyatnya. Kepandaian serta kemuliaan akhlaknya dikenal oleh umat islam di dunia, bahkan terlepas dari itu pun banyak juga orang-orang non-muslim yang mengakui kelebihan beliau tersebut. Begitulah khalifah Ali bin Abi Thalib menunjukkan keindahan serta pesona yang dimiliki Islam.

Sesungguhnya manusia merupakan sosok makhluk yang selalu merasakan banyak kekurangan dalam diri atau kehidupannya. Mereka acapkali menyalahkan orang lain atau berujar bahwa ketidak adilan sedang berlangsung. Terkadang mereka juga sering menganggap diri mereka sumber masalah, yang akhirnya musnahlah aura ke-optimisan alias rasa percaya diri (PD) dalam dirinya. Begitu pula hal ikhwal sebagai seorang muslim. Dalam qolbu setiap insan pasti akan membenarkan bahwa Allah merupakan Sang Khaliq yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui apa yang tersirat dalam lantunan do’a setiap insan. Bahkan yang baru terlintas dalam qolbu pun Allah sudah mengetahuinya. Terlepas dari hal itu yang sering dipermasalahkan oleh seorang pemohon do’a adalah kapan do’anya akan dikabulkan. Atau kalau tidak muncul pernyataan bahwa Allah tidak adil, karena tak pernah memperhatikan bahkan mengabulkan satupun do’a yang dimujatkan.

Seringkali pernyataan atau anggapan tidak baik terlontar dari mulut kita mengenai Allah. Kita banyak sekali melihat sesuatu hal berdasarkan apa yang terlintas dalam rasio. Apapun yang terdapat diluar nalar akal, maka hal tersebut salah. Apapun yang tidak sesuai dengan pertimbangan manusia, maka hal tersebut tidak benar dan sebagainya. Kita lupa bahwa manusia juga punya hati nurani. Ia seringkali berteriak, menjerit, serta menangis saat pemiliknya tak lagi menghiraukannya. Padahal ia tak pernah berbohong pada siapapun. Sedangkan akal terkadang tidak mengerti apa yang sedang dilakukan.

Saudaraku, janganlah lagi menyimpulkan sebuah masalah hanya dari sudut pandang datangnya masalah tersebut, namun cobalah perhatikan mengapa masalah tersebut hadir. Jangan lagi melihat keburukan atau perbedaan itu dari sudut pandang keberadaannya saja, namun lihatlah mengapa keburukan dan perbedaan itu ada di tengah-tengah kita. Kita harus tahu bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Dia tak akan pernah sekalipun lalai atau sekejap saja lupa terhadap permintaan setiap hamba-Nya.

Seperti yang diucapkan khalifah Ali di penghujung do’anya. Beliau memang tak pernah mendapatkan apa yang dimintanya, akan tetapi beliau memperoleh apa yang dibutuhkan. Subhanallah, begitulah sesungguhnya Allah ingin memberi tahu kita bahwa begitu cinta dan sayangnya Dia kepada hamba-Nya.

Saudaraku, sekali lagi renungkanlah dalam sanubarimu, bahwa kita tak pernah sekalipun ditinggalkan oleh-Nya. Kita tak pernah sekalipun dilupakan-Nya. Kita tak pernah sekalipun dicampakkan-Nya. Yang harus kita perhatikan adalah bahwa diri kita terkadang tak pernah mengerti atau memahami kalau ternyata kita memiliki sesuatu hal luar biasa yang selalu tumbuh dan berkembang. Hal itu adalah kemampuan diri kita sendiri untuk menghadapi setiap badai yang melanda kehidupan.

Menjemput kehadiran diri dalam rasa cinta yang penuh dan berkobar

*Penulis motivasi dan inspirasi serta jurnalis dan pegiat FLP Kota Semarang

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *