15 Tewas dan 90 Luka Dalam Ledakan di Pakistan

Setidaknya 15 orang tewas, termasuk 8 personil polisi dan lebih dari 90 orang terluka dalam dua ledakan terpisah di provinsi barat daya Pakistan.

Dalam ledakan pertama, 13 orang termasuk 6 polisi tewas dan lebih dari 80 orang terluka ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di tempat keramaian di kota Lahore.

Ledakan terjadi selama aksi protes atas perusahaan farmasi di luar Gedung Negara di Punjang, yang beribukota di Lahore.

Kepala lalu lintas Lahore dan seorang polisi seniora lainnya menjadi korban dalam ledakan tersebut.

Ledakan juga melukai 3 jurnalis ketika pembom bunuh diri meledakkan dirinya dekat mobil mereka.

Tehrik e Taliban Pakistan (TTP), konsorsium militan Pakistan menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataannya, Assad Mansur juru bicara Jamat al Ahrar, pecahan TTP mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan dua kelompok.

Dia memperingatkan pemerintah untuk “siap-siap menghadapi lebih banyak serangan” dalam beberapa hari mendatang.

Gambar TV menunjukkan para polisi dan pengunjuk rasa membawa para korban di atas pundak mereka menuju ke ambulan, sementara kemacetan lalu lintas menyulitkan kendaraan penolong melaju ke rumah-rumah sakit.

Karena besarnya daya ledak, asap tebal dan kobaran api membakar beberapa kendaraan tang terparkir sesaat setelah ledakan mengguncang.

Sementara topi, sepatu dan serpihan kain berceceran bersama dengan darah dan daging para korban.

Ledakan ini menjadi pengingat bom bunuh diri serupa yang terjadi pada Maret 2016 di Lahore yang telah menewaskan 70 orang. Lahore adalah kota terbesar kedua dan menjadi penghubung budaya di Pakistan.

Pemerintah kota segera mengumumkan keadaan darurat dan menyerukan penduduk untuk mendonorkan darahnya. Para dokter yang bekerja di rumah sakit khawatir jumlah kematiaan akan meningkat karena banyak korban luka mengalami kondisi kritis.

Serangan Baluchistan

Sementara serangan lainnya di Kota Quetta di provinsi Baluchistan terjadi beberapa jam setelah ledakan di Lahore.

Ledakan terjadi di jalan sibuk di ketika para petugas kepolisian ย berupaya menjinakkan sebuah bom yang ditanam di jembatan.

Lashkar-e-Jhangvi, kelompok Sunni radikal yang aktif bertahun-tahun di Quetta mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

PM Nawaz Sharif mengutuk serangan tersebut dan berjanji bahwa Pakistan tidak akan surut dalam memerangi terorisme setelah serangan tersebut. Dia meminta aparat keamanan membasmi habis para teroris yang terlibat dalam serangan tersebut.

Juni 2014, Pakistan melancarkan serangan besar-besaranya atas TTP dan sekutunya di Waziristan Utara dan kawasan tribal yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan. Tentara mengklaim telah menewaskan lebih 5000 militan sementara 700 tentara Pakistan tewas dalam operasi tersebut.

Operasi militer juga memaksa 1 juta penduduk mengungsi dari kawasan konflik, namun militer mengklaim bahwa 80 persen diantaranya telah kembali ke rumah-rumah mereka.

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *