5 Tewas dan 40 Luka Dalam Serangan Teroris di London

5 orang tewas dan sekitar 40 lainnya mengalami luka kemarin setelah sebuah mobil menabrak para pejalan kaki dan seorag penyerang menusuk seorang polisi yang tengah berjaga di dekat gedung Parlemen Inggris.

Korban meninggal diantaranya seorang polisi dan pelaku penyerang. Sementara tiga korban lainnya adalah para pejalan kaki yang ditabrak mobil ketika melaju di jembatan Westminster sebelum menabrak pembatas diluar gedung parlemen.

PM Inggris Theresa May mengecam pedas serangan teroris yang disebutnya “sakitย jiwa”.

“Teroris memilih jantung ibukota kita, dimana semua bangsa, agama dan budaya bersama-sama merayakan nilai kebebasan, demokrasi dan kemerdekaan berbicara,” ujar May.

“Segala upaya untuk mengalahkan nilai-nilai kita melalui cara-cara kekerasan dipastikan gagal”, tandasnya.

Mark Rowley, petugas anti terorisme menyatakan bahwa serangan berawal ketika sebuah kendaraan yang melaju di Jembatan Westminster secara sengaja menabrak orang-orang pejalan kaki dan petugas polisi.

“Sebuah mobil kemudian menabrak diri di dekat gedung parlemen, dan setidaknya satu orang yang bersenjata pisau menyerang dan mencoba menerebos gedung parlemen,” bebernya.

Dia menyatakan bahwa polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan atas serangan “terorisme yang terkait dengan kelompok Islamis” dan mengetahui identitas pelaku penyerangan, namun enggan membeberkannya secara detail.

Ini menjadi serangan yang paling memattikan sejak 4 teroris dalam negeri membunuh 52 warga yang menumpang bis dengan meledakkan dirinya pada Julir 2005, serangan terburuk pada masa damai.

Para wartawan yang berada di dalam gedung parlemen mengaku mendengar suara tabrakan yang keras dan sesaat kemudian melihat seorang bersenjatakan pisau menusuk seorang polisi di dalam gerbang parlemen.

Polisi yamh ditusuk diidentifikasi bernama Keith Palmer, 48 tahun dan telah bertugas selama 15 tahun.

Jurnalis Reuters melihat puluhan orang terluka di jembatan. Foto-fotonya menunjukkan orang-orang yang tergeletak di jalan, beberapa diantaranya mengalami luka parah dan berada dibawah kolong bis.

Seorang perempuan digotong dalam keadaan sadar namun mengalami luka parah dari Thames. Keadaan terakhirnya tidak diketahui.

Anak-anak sekolah dari Perancis yang berusia antara 15 hingga 16 orang termasuk menjadi korban luka dalam serangan tersebut, ungkap pejabat Perancis.

Beberapa anggota parlemen dan pejabat senior juga terjebak dalam kekacauan tersebut. Tobias Ellwood, Menteri Luar Negeri ย yunior Inggris tampak dalam gambar sedang memberikan nafas buatan kepada seorang laki-laki yang tergeletak tidak sadarkan diri, dilaporkan adalah polisi yang ditusuk pelaku terorisme.

Walikota London Sadiq Khan mengatakan tambahan personil polisi dikerahkan untuk menjaga jalan-jalan di London.

“Kami berdiri bersama menghadapi mereka yang mencoba mencelakai kita dan merusak pandangan hidup kita. Kita selalu dan akan selalu demikian. Warga London tidak akan tunduk oleh intimidasi terorisme,” tukasnya.

ย Majelis rendah Parlemen Inggris, yang sedang bersidang pada waktu itu ditunda dan para anggota parlemen diminta untuk tetap berada di dalam gedung selama berjam-jam.
May mengatakan parlemen akan bersidang normal pada Kamis sebagai sikap bahwa mereka tidak akan diganggu para ย teroris, namun kunjungan Ratu Elizabeth ke markas polisi di London dibatalkan karena adanya peristiwa hari itu.
Saksi mata melihat kepanikan karena serangan terorisme tersebut.
“Saya melihat sebuah mobil tidak terkendali menabrak para pejalan kaki di jembatan,” kata Bernadette Kerrigan, yang berad di atas bis ketika melintas di jalanan.
“Ketika kami menyebarang jembatan, kami melihat orang tergeletak di jalanan dan tampak terluka. Saya melihat sekitar 10 orang dan kemudian mobil ambulan berdatangan. Orang-0rang berlarian tidak tentu arah.”

Mantan Menteri Luar Negeri Polandia Radoslawa Sikorski, yang menjadi saksi mata serangan tersebut sedang naik taksi melintasi jembatan. Dia sempat mengabadikan peristiwa tersebut dalam kamera ponselnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *