Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/post-template.php on line 275

8 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Masjidil Aqsha

Hanya ada satu tempat di dunia yang diperebutkan, yakni Masjidil Aqsha di Yerusalem. Tidak berlebihan jika ribuan orang siap mati untuk dapat menguasainya.

Bagi Muslim, tempat suci itu menduduki tempat terpenting dalam hati mereka, karena menjadi tempat suci ketiga dalam Islam.  Masjidil Aqsha menjadi tempat persinggahan Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra dan Mi’raj. Masjidil Aqsha menjadi tempat bersejarah dimana  para Nabi yang pernah dalam sejarah manusia berkumpul untuk menunaikan shalat berjamaah di belakang Nabi Muhammad dalam malam mulia tersebut.

Namun, disamping itu ada hal-hal lain yang perlu anda ketahui tentang Masjid al Aqsha:

1. Bukan hanya satu masjid.

Al-Aqsa-Compound

Ya, ada banyak masjid di tempat yang kita kenal dengan nama Masjid al Aqsha. Banyak dari kita mengira bahwa Masjid al Aqsha adalah bangunan di sudut paling kanan masjid. Padahal yang benar, adalah masjid Qibly, yang dinamakan karena paling dekat dengan kiblat. Seluruh bukit adalah Masjid Aqsha yang kadang juga disebut Haram al Sharif. Namun ada masjid-masjid  lain di tempat itu yang biasanya didirikan karena ada kaitannya dengan peristiwa sejarah, seperti Masjid Buraq, Masjid Marwani dan lain-lainnya.

2. Tempat pemakaman

Tidak ada catatan berpa banyak Nabi dan Sahabat Rasulullah yang dimakamkan disana, namun ada beberapa. Misalnya, Nabi Sulaiman mungkin dimakamkan disana karena kita tahu bahwa setiap nabi akan dimakamkan ditempat dia wafat. Nabi Sulaiman  wafat ketika sedang mengawasi pembangunan.

3. Bekas tempat pembuangan sampah.

Pada masa ketika Yahudi dilarang masuk ke kota Yerusalem, penduduk Romawi menggunakan wilayah masjid sebelumnya sebagai tempat pembuangan sampah. Ketika Umar membebaskan kota Yerusalem, dia membersihkan sampah dengan tangannya sendiri. Beliau juga mengakhiri masa pengasingan berabad-abad Yahudi oleh kerajaan Romawi dan mengundang 70 keluarga Yahudi di desa pengungsiaan untuk kembali ke Yerusalem. Sejak itu pula, Yahudi yang terusir berabad-abad memiliki  hak kembali kepada kampung halamannya.

4, Imam Al Ghazali penah tinggal dan menulis karya masyhurnya disana.

mutiara-ihya-ulumuddin

Salah satu karya terkenal dalam literatur Islam adalah  Ihyaa Ulum Al-Din yang ditulis Abu Hamid al Ghazali. Dia menjadi rujukan banyak madzab karena kemampuannya menyelami kedalam jiwa manusia dengan tetap merujuk sumber Al Qur’an dan Hadist. Apa yang banyak orang tidak tahu adalah bahwa Al Ghazali pada waktu itu tinggal dan menulis buku di Masjidil Aqsha. Salah satu bangunan di dalam masjid menjadi salah satu ruangannya.

5. Pernah digunakan sebagai kandang kuda, istana dan tempat eksekusi 

images-11

Ketika pasukan Salib pertama menduduki Yerusalem, mereka menemukan banyak kaum Muslimin berlindung di Masjidil Al Aqsha. Mereka membantai 70 ribu kaum Muslimin dan kemudian merubah Masjid Qibly menjadi istana, Dome of the Rock (qubbat as Shahra’) menjadi gereja, dan ruang bawah tanah sebagai kandang kuda. Muslim yang selamat dari pembantaian kemudian disalin di papan salib besar di dekat pusat masjid. Ini menjadi satu-satunya salib yang dihancurkan Salahuddin. Dasar salib masih dapat dilihat disana (Gambar diatas).

6. Memiliki mimbar legendaris

417px-Saladin_Minbar-Aqsa

Nuruddin Zanki, salah satu pahlawan dalam sejarah Islam memiliki mimbar khusus yang khusus dibuat untuk ditempatkan di Masjid al Aqsha jika berhasil merebut Yerusalem kelak dari pasukan Salib. Anda lihat betapa tingginya keyakinan beliau jika akan merebut Yerusalem kembali. Mimbar ini tidak hanya indah, namun dibuat tanpa menggunakan paku mapun lem. Sayangnya, Nuruddin tidak melihat kemenangan itu, namun penerusnya Salahuddin memenuhi wasiat gurunya. Setelah membebaskan Yerusalem untuk kedua kalinya dalam sejarah Islam, dia memindahkan mimbar itu ke Masjidil Aqsha. Mimbar itu hingga kini masih dianggap karya seni legendaris. Hanya saja, mimbar itu dibakar soerang Zionis. (poin 8)

7. Dome of Rock (qubbat shahrak) dulu memiliki warna yang berbeda

85571411_p

Dome of Rock -kubah yang pertama kali dibangun dalam sejarah Islam -dibangun oleh Khalifah Abdul Malik Ibnu Marwan pada masa Bani Umayyah. Kayu yang dilapisi tembaga dan keramik, namun 1000 tahun kemudian oleh Khalifah Suleiman Agung pada dinasti Usmani dilapisi dengan emas dan lantai bercorak Usmani pada dinding bangunan.

8. Pernah dibakar

 

PAR135131

Pada 1967, Yerusalem lepas dari tangan kaum Muslimin untuk ketiga kalinya ketika dicaplok Israel. Pasukan Israel pernah mengibarkan bendera Israel diatas kubarh. Namun kemudian pemimpin Israel segera menyadari bahwa kontrol terang-teranagan atas Masjid al Aqsha akan menyulut permusuhan dunia Islam. Maka mereka menggantinya dengan daun ara sebagai permintaan maaf dan berhasil.

Namun pada 1969, seorang Zionis Australia membakar mimbar Nuruddin dan Masjid Qibly dan penduduk Palestina mencoba memadamkan api. Muslim di dunia tertunduk malu karena tidak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkannya.

Sejak itu, masjid dipugar kembali, namun serangan terhadap tempat suci ketiga kaum Muslimin terus berlangsung hingga kini. Ekskavasi Yahudi telah merusak seluruh fondasi masjid, kunjungan provokatif terus berlangsung dan ancaman Yahudi radikal untuk membangun kembali kuil Sulaiman tidak berhenti.

 

sumber

 

 

Facebook Comments

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *