Abbas Tidak Peduli Dengan Upaya Internasional Selesaikan Krisis Listrik di Gaza

Banyak lembaga internasional memcoba melakukan intervensi dalam mengatasi kriris listrik di Jalur Gaza namun Otoritas Palestina Mahmoud Abbas tidak ambil peduli.

Deputi otoritas listrik Gaza, Fathi Syeikh Khalil mengatakan pihak otoritas energi telah melakukan upaya besar agar otoritas Palestina bersedia melanjutkan suplai bahan bakar listrik di wilayah itu namun tidak bersedia sehingga berdampak kepaa semua aspek dalam kehidupan di Gaza.

Syeikh Khalil menjelaskan permasalahan tersebut dalam konferensi pers di Kantor Internasional Pemerintah di Gaza bahwa “beberapa pertemuan dilakukan dengan pelbagai pihak, khususnya dengan Kordinator Khusus untuk Proses Damai Timur Tengah, Nikolay Mladenov dan wakilnya, Robert Piper.”

Dia mencatat bahwa otoritas listrik di Gaza telah merespon semua persyaratan yang diminta otoritas Palestina untuk menyelesaikan krisis listrik “tanpa tidak ada respon dari para pejabat di Tepi Barat”.

Menurut Syeikh Khalil, otoritas Palestina menuntut peningkatan harga listrik yang sangat mahal sebagai pajak bahan bakar agar dapat beroperasi kembali serta meminta diangkat pihak yang netral untuk melakukan inspeksi pekerjaan Badan Distribusi Listrik Gaza.

Dia menyebutkan bahwa krisis listrik yang dimulai pada April berlanjut hingga sekarang karena keputusan otoritas Palestina untuk menerapkan pajak listrik yang sangat mahal.

Dia menyerukan organisasi HAM untuk mengajukan gugatan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas berlanjutnya bencana yang ditimpakan kepada rakyat Gaza, termasuk Israel berdasarkan hukum internasional dan piagam PBB.

Israel Putus Aliran Listrik ke Gaza

Israel memotong suplai listrik ke Jalur Gaza karena otoritas Palestina tidak bersedia membayarnya. “Israel terpaksa mengurangi suplai listrik ke Jalur Gaza,” kata Mayjen Yoav Mordechei yang mengepalai Kordinator Pemerintah Israel di Wilayah Pendudukan (COGAT).

Mordechei menjelaskan bahwa masalah ini merupakan permasalahan internal antara Hamas dengan Otoritas Palestina yang dipimpin Mahmoud Abbas.

Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah menolak menjalankan kewajibannya kepada rakyat Gaza dalam beberapa bulan terakhir dalam upayanya untuk mendapatkan kendali kembali atas kantong Jalur Gaza yang dikendalikan oleh Hamas.

COGAT menerima pemberitahuan resmi dari otoritas Palestina yang menyatakan bahwa mereka hanya bersedia membayar 5-6 juta dollar sebulan untuk tagihan listrik Gaza.

Sementara itu, Kordinator Khusus PBB untuk Proses Damai di Timur Tengah Nicholay Mladenoc menyerukan semua pihak termasuk masyarakat internasional bersama-sama menyelesaikan dan menjamin isu vital energi bagi rakyat Gaza. PBB siap memberikan dukungannya bagi penyelesaian krisis ini.

Menurutnya, rakyat Palestina seharusnya tidak disandera dengan krisis energi karena baik konflik internal antara faksi Palestina dan juga oleh Israel.

“Dampak sosial, ekonomi dan politik karena krisis listrik tidak dapat diabaikan. Rakyat Palestina di Gaza yang telah hidup dalam krisis kemanusian dalam waktu lama tidak dapat lagi disandera oleh ketidaksetujuan, perpecahan dan penutupan”.

“Israel jjga memiliki tanggung jawab sangat penting dalam memfasilitasi masuknya material perbaikan dan pemeliharaan pembangkit. jalur listrik dari Mesir juga harus diperbaiki dan ditingkatkan,” tambahnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *