Aktivis Palestina yang Mengungkap Kejahatan Tentara Israel Terancam Jiwanya

Emad Abu Shamsiyya, aktivis Palestina yang mengambil gambar penembakan keji tentara Israel atas Abdul Fatah al Sharif  di Hebron mengaku ketakutan dan terancam jiwanya.

Dalam satu pesan yang dikirimkan ke Abu Shamsiyyah tertulis bahwa pembunuhan adalah “hal yang tidak dapat terhindarkan”, disusul kemudian keluarga prajurit Israel pelaku penembakan menyerbu rumahnya.

Pengadilan memastikan bahwa video yang diambil Abu Shamsiyya otentik dan dapat dijadikan bukti. Panel 3 hakim menolak semua bantahan terdakwa.

Sementara itu, aksi protes yang dilakukan keluarga Sharif di Hebron ketika sidang tengah berlangsung. Abu Shamsiyya mengaku bahwa dirinya menerima ratusan ancaman pembunuhan sejak video pembunuhan yang dikirimkan ke lembaga HAM B’Tselem menjadi viral dan mengundang kecaman masyarakat dunia atas eksekusi keji terhadap Al Sharif yang sebelumnya telah terluka parah karena ditembak pasukan Israel. Dia disangka hendak menusuk seorang prajurit Israel.

Dia mengatakan bahwa anggota keluarga Elor Azarya, pelaku penembakan menyerbu rumahnya dan “meminta saya untuk mengubah pengakuannya”. Abu Shumayya juga memberikan rekaman video ketika kejadian tersebut berlangsung.

“Saya menerima ratusan pesan dari para pemukim Israel yang mengancam keselamatan saya, dan mereka mencoba menyuap saya agar mau mengubah pengakuan.”

Abu Shamsiyya memberikan kesaksian dalam sidang. Para pengacara Azarya mencoba meragukan kesaksiannya.

Abu Shamsiyya menambahkan bahwa pasukan Israel mengepung rumahnya dan mencegah para wartawan mendekati rumahnya selama persidangan berlangsung.

Sehari setelah rilis videonya pada Maret, para pemukim Israel berkumpul di luar rumahnya sembari melempari baru dan mengancam keselamatan jiwanya. Dia juga mendapatkan banyak pesan kebencian di laman Facebooknya sejak itu.

Komisioner PBB untuk HAM bulan lalu mengecam “pelanggaran sehari-hari” atas HAM dan hukum internasional terhadap para aktivis dan pembela HAM di wilayah pendudukan Palestina.

“Sejumlah keluhan” telah disampaikan para aktivis HAM Palestina kepada PBB dalam beberapa bulan terakhir yang melaporkan praktik penahanan semena-mena yang dilakukan militer Israel terhadap mereka karena “aktivitas mereka”

Laporan tersebut menegaskan bahwa “Hak mereka yang menyampaikan aspirasi dan partisipasi mereka dengan cara yang jelas dan tanpa kekerasan harus dilindungi, karena kami melihat semakin banyaknya pelanggaran yang dilakukan pasukan pendudukan Israel.”

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *