Alkohol Dalam Perspektif Sains dan Islam (2)

Pada suatu hari sekeluar dari masjid, Rasulullah SAW melihat sepupu dan menantunya, Ali Bin Abi Talib marah. Ketika Nabi menanyakan apa yang membuatnya marah, Ali menunjuk potongan bangkai unta yang disayanginya -bukan sembarang unta karena unta tersebut yang sering digunakan dalm berperang membela Islam. Ali menceritakan bahwa salah satu pamannya bertanggung jawab atas pembantaian untanya. Rasulullah kemudian ingin mengklarifikasinya ceritanya.

Masuk ke rumah pamannya, Nabi SAW mendapati dia sedang mabuk. Sang paman mengetahui kemarahan keponakannya dan kini Nabi datang untuk menanyainya. Sang paman masih dalam keadaan mabuk mengatakan kepada Ali: “Kamu dan ayahmu adalah budakku.” Nabi SAW menanggapi pernyataan tersebut: “Benar, alkohol adalah ibu dari segala kejahatan.”

Dari kisah ini, kita mendapatkan pelajaran bahwa akibat minuman alkohol sangat besar sekali. Akibat dari perbuatan sang paman, unta Ali dibantai, sikap tidak sopan atas Nabi SAW, kutukan terhadap Ali dan pamannya yang telah meninggal, yang juga merupakan saudara sang pemabuk.Tidak diragukan jika Nabi SAW menyebut alkohol sebagai minuman yang melahirkan dan sekaligus membesarkan segala kejahatan, “Ibu dari segala kejahatan”.

Oleh karena itu, Islam melarang semua bentuk konsumsi alkohol, seberapa besarpun jumlahnya. Rasulullah Muhammad SAW:

“Jika sesuatu itu memabukkan, maka mengkonsumsinya dalam jumlah kecil juga dilarang.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

 

Dalam hadist ini, kita melihat kesempurnaan Islam, baik dalam pengambilan hukum maupun sebagai pandangan hidup yang komprehensif. Seorang Mualaf Jerman mengatakan:

“Islam menghargai moral serta kesehatan fisik dan spiritual bangsa. Islam menganggap sesuatu yang mengganggu kenormalan akal, matinya perasaan kita, atau mengurangi derajat rasa malu dan tanggung jawab kita atau yang mengganggu pandangan kita sebagai hal yang berbahaya. Sekalipun kita mengetahui bahwa setiap orang memiliki reaksi yang berbeda atas stimulant yang sama, sama sekali tidak menghilangkan penilaian kita tentang larangan tersebut”. Islam menegaskan bahwa zat yang dapat merusak kesehatan akal dalam jumlah besar, maka tetap berbahaya untuk dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Oleh karena itu, Islam melarang total narkotika dan alkohol. Islam melarang penggunaannya, bukan tentang penyalahgunaannya saja.

Ada beberapa keuntungan yang didapat dari pengkonsumsian alkohol, seperti memberi kekuatan dan rasa percaya diri. alkohol membuat rileks dan bahkan dalam jumlah kecil dapat menyehatkan jantung. Namun Al Qur’an menegaskan bahwa bahaya alkohol jauh lebih besar dari kemanfaatannya. Oleh karena itu, alkohol dipandang musuh bukan teman bagi yang mengkonsumsinya.

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. (2:219)

 

Dalam rangkan menjaga kepentingan umat manusia, Islam melarang konsumsi, produksi, transportasi dan penjualan minuman alkohol.

“Allah mengutuk semua yang memabukkan; orang yang meminum dan menyediakannya, orang yang menjualnya dan orang yang membelinya. Orang yang membuatnya dan orang yang minta dibuatkannya, orang yang mengantarkannya dan orang yang dikirimi.” (Abu Dawud)

Dalam Islam, semata mengkonsumsinya adalah perbuatan kriminal yang akan mendapat ganjaran hukuman cambuk dan di akhirat lebih berat lagi.

 

“Setiap yang memabukkan dilarang. Allah membuat ketetapan orang-orang yang mabuk akan diberi minuman penghuni neraka.” (shahih Muslim)

Sebagai kesimpulan, kitanya kita patut merenungi kisah teladan  ini

Pada masa dahulu, seorang wanita yang buruk akhlaknya mengundang orang shalih untuk melakukan perbuatan jahat. Lelaki shalih ini jelas menolak tawaran itu. Karena tidak membiarkan buruannya terlepas, maka wanita itu memberikan tiga pilihan yang sama buruknya. Meminum alkohol, berzina atau membunuh anak dari pernikahan sebelumnya. Jika pria itu menolak, maka wanita itu akan berteriak jika dirinya diperkosa. Setelah menimbang sejenak, Pria tersebut memutuskan untuk minum alkohol dan karena dibawah pengaruh minuman tersebut, dia melakukan tiga kejahatan sekaligus. Minum alkohol, membunuh anak kecil dan berzina dengan perempuan jahat tersebut.

Tampak bagi kita bagaimana kerja alkohol sebagai ibu dari segela kejahatan lainnya.

 

Nilai Muslim Menyingkirkan Alkohol

Islam menguatkan nilai-nilai keluarga dan keselamatan masyarakat. Dengan demikian, tidak lagi membutuhkan minuman untuk menyingkirkan kesedihan dan tekanan dan menggantinya dengan dunia fantasi. Seorang mualaf Amerika, yang biasa minum sebelum memeluk Islam mengatakan: “Saya kira menjadi Muslim membuat saya dapat menghadapi banyak hal,  menyakitkan, namun membuat saya merasa tidak perlu lari dari masalah-masalah saya, dan lakohol adalah cara terbaik lari dari semua masalah tersebut.”

Takut Tuhan membantu Muslim menjauh tidak hanya dari alkohol, namun semua kejahatan yang dilarang oleh Al Qur’an, semisal zina, bertindak kasar kepada isteri dan anak dan berjudi. Nasehat dari saudaranya yang lain juga membantu Muslim menjauh dari dosa-dosa.

Upaya untuk menghapus alkohol di Amerika (selama era larangan) dan obat-obatan (perang melawan narkotika) tidak berhasil, karena faktor penyebabnya tidak dihilangkan.

Apa yang mendorong orang untuk minum? Beragam. Lingkungan menjadi faktor paling penting. Lingkungan yang menjadikan alkohol sebagai gaya hidup cenderung mendorong orang mudah untuk mengkonsumsinya. Terlebih jika alkohol dipersepsikan sebagai kesenangan, gaya hidup kosmopolit dan seksi. Seorang yang alkoholik cenderung ingin mendapatkan kesenangan material dengan cara yang mudah. Mereka tidak peduli tentang konsekuensi jangka panjang.

Para penjual khamar di Madinah diberi peringatan bahwa mereka harus beralih ke pekerjaan yang lain, sehingga perubahan ekonomi yang digerakkan dari industri alkohol berlangsung gradual dan tidak serta merta. Kini, banyak ekonomi Amerika yang berputar dari industri alkohol. Pemerintah, misalnya, mengumpulkan banyak uang dari pajak alkohol. Apakah anda yakin AS dapat menyingkirkan alkohol? Pelbagai perusahaan yang memproduksi alkohol terus memasang iklan di TV dan media lain, kemudian mendonorkan sebagian keuntungannya untuk “membantu” mereka yang hidupnya dihancurkan oleh alkohol.

Seorang Muslim yang taat tidak akan menyentuh alkohol karena takut kepada Allah. Orang yang biasanya merasa bersalah karena banyak melanggar larangan Allah, mereka akan berhenti berbuat dosa untuk waktu-waktu tertentu, misalnya selama Ramadhan. Ada juga para peminum yang berhenti minum alkohol setelah menunaikan ibadah haji.

Namun yang jelas, dalam negara Muslim yang sebenarnya, orang tidak mungkin akan sampai kepada kondisi ketergantungan kepada alkohol. Karena sahabat, keluarga dan tetangga akan menjadi pencegah bagi seseorang menghancurkan diri dan keluarganya. Muslim lain akan terlibat dalam upaya amar ma’ruf nahi munkar. Islam adalah agama yang berorientasi kemasyarakatan. Tidak ada tempat bagi individu untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan, jika hal itu melukai lainnya. Dan melukai diri anda karena minum, berarti juga akan melukai orang lain.

Metode modern untuk mengobati alkoholik sering tidak sukses, karena banyak yang kembali minum. Diantara metode pengobatan alkoholik adalah dengan menyuntikkan obat seperti apomorphine, sehingga menyebabkan penderita sakit dan muntah ketika minum. Ini dilakukan berulang kali selama beberapa minggu sehingga peminum terbiasa dengan asosiasi mual dan muntah ketika minum. Sementara pelumpuhan melalui suntik sconline dan terapi kejut listrik menjadi teknik lain untuk menjadikan para peminum berhenti.

 

Perspektif Islam dan Kristen Tentang Alkohol

Proverbs 31: 6-7 “Berikan bir yang memabukkan, wahai orang-orang kepada orang untuk saling menghancurkan, dan kepada orang yang jiwanya sakit. Biarkan orang minum untuk melupakan kemiskinan, biarkan orang lain menjadi penganggu bagi yang lainnya.”

Genesis 9:21-22 “Dan dia minum anggur dan mabuk; dan dia telanjang dalam tendanya. Dan Ham, ayah Kanaan, melihat ayahnya telanjang dan memberitahu dua saudaranya diluar.”

 

Genesis 9:24 ” Dan Nuh tersadar dari mabuknya, dan dia tahu anaknya yang paling muda menelanjanginya.”

Genesis 19:32 “Marilah, buat ayah kita mabuk dan kita akan berbaring dengannya, dan kita mungkin menanamkan benih kepada ayah kita.”

Numbers 6:20 “Dan pendeta akan melambaikan kepada mereka sebagai lambaian tawaran kepada Tuhan: Ini adalah suci bagi pendeta, dengan lambaian buah dada dan ajakan: dan setelah itu penduduk Nazaret minum-minuman.”

Al Amaidah:90-91 “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Q.S. Al-Maidah : 91)

Al Baqarah: 219 “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.”

Kita, Muslim diperintahkan Allah SWT untuk mempercayai pesan-pesan para Nabi sebelumnya tanpa distorsi dan penyelewangan. Namun, kita, Muslim, menolak kisah-kisah tidak masuk akal yang dipercaya sebagai Wahyu dalam Kitab-Kitab sebelumnya. Adalah manusia bukan Tuhan yang menambah-nambah kisah sesat, berupa pujian atas alkohol dan perilaku menyimpang dalam Firman Tuhan.

Diluar itu, mabuk ketika mengemudi menjadi penyebab kematian nomer satu di Amerika. alkoholisme bertanggung jawab 50 persen kejahatan di Amerika.

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *