Anggota Parlemen Arab Kumandangkan Adzan di Gedung Knesset sebagai Protes

Anggota parlemen Arab kemarin mengumandangkan seruan adzan di gedung Knesset (parlemen) Israel sebagai protes UU yang akan membatasi seruan adzan.

Ahmed Tibi mengatakan langkahnya kemarin dimaksudkan sebagai protes atas UU Israel yang bertujuan melarang masjid-masjid di Yerusalem dan permukiman Arab di Israel mengumandangkan adzan dengan pengeras suara.

“Hukum ini merefleksikan fascisme yang tengah tumbuh di masyarakat Israel,” ungkap Tibi.

Dia menuduh PM Benyamin Netanyahu berada dibalik UU kontroversial ini,

Sabtu, Komite Kementerian Israel untuk Legislasi menyetujui UU anti Adzan sebelum diajukan ke Knesset, dimana harus melalui tiga kali voting sebelum ditetapkan menjadi UU.

Tibi menyebut penduduk Palestina di Yerusalem Timur dan Israel akan melancarkan aksi pembangkangan atas UU ini.

“Penduduk Palestina dan Muslim di seluruh dunia harus bekerja menggagalkan keputusan Israel untuk membatasi seruan adzan,” tandasnya.

Netanyahu ahad mengklaim bahwa UU ini mendapatkan dukungan kuat rakyat Israel, sementara penduduk Palestina ย Palestina mengecam langkah ini sebagai upaya terang-terangan Israel membatasi kebebasan beribadah mereka.

Dalam pernyataannya, juru bicara presiden Palestina Nabil Abu Rudeinah memperingatkan bahwa UU Israel ini akan menyeret kawasan ini menjadi bencana.

“Tindakan Israel sama sekali tidak dapat diterima,” katanya. “Pemimpin Palestina akan membawa kasus ini ke Dewan Keamanan PBB dan menyerukan semua institusi internasional menghentikan tindakan provokasi Israel,” tambahnya.

Israel menduduki Yerusalem Timur dalam perang 1967, kemudian mencaplok kota itu pada 1980 dan mengklaimnya sebagai ibukota Israel, langkah yang tidak diakui internasional.

Sebagai kota suci bagi tiga agama, Yerusalem menjadi tempat Masjid al Aqsha, yang merupakan tempat suci ketiga umat Islam. Yahudi menyebut wilayah Al Aqsha itu sebagai “Temple Mount” yang diklaimnya sebagai tempat dua kuil Yahudi kuno.

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *