Angka Bunuh di Timur Tengah Meningkat

Angka bunuh diri, kematian karena kekerasan dan serangan seksual meningkat di Timur Tengah dan dapat mengakibatkan “generasi yang hilang”, ujar sebuah studi baru-baru ini. 

Menurut hasil temuan “luka yang disengaja di kawasan Mediteranian Timur, 1991-2015” dari  “Studi Beban Penyakit Internasional” 2015, kematian yang disebabkan diri sendiri meningkat 100 persen dari 30 ribu kasus pada 25 tahun lalu, dan dari kekerasan antar personal meningkat 125 persen dari 35 ribu kasus.

Di bagian lain, jumlah kematian karena bunuh diri rata-rata 19 persen dan kekerasan antara orang meningkat 12 persen. 

“Kekerasan endemik dan tidak dapat diselesaikan menciptkan generasi yang hilang, terutama pada anak-anak dan orang dewasa,” ujar Dr Ali Mokdad, peneliti utama studi dan direktur Middle Eastern Initiatives di Institute Metrik dan Evaluasi Kseshatan di Universitas Washington di Settle.

Laporan tersebut menekankan bahwa masa depan Timur Tengah akan suram jika stabilitas tidak dapat dicapai.

Ditambahkan bahwa ada juga peningkatan signifikan penyeakit kejiwaan di kawasan Timur Tengah, berupa kecemasan, depresi dan schizophrenia.

Laporan tersebut meliputi 22 negara di kawasan Mediterania Timur, termasuk Afghanistan, Iran, Arab Saudi, Pakistan, Somalia, Sudan, Suriah, Irak dan Yaman yang berpenduduk 600 juta jiwa. 

Disisi lain, studi juga menunjukkan bahwa ada kekurangan dokter spesialis, termasuk konseling, psikiatris dan psikolog. 

Di negara-negara seperti Libya, Sudan dan Yaman, setiap 100 ribu, hanya ada 0,5 psikiatris. Dibandingkan, kenaikan angka tersebut di negara-negara Eropa antara 9 hingga 40 dokter psikiatris diantara 100 ribu jiwa. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *