Antara Dahlan Iskan dan Ahok: Diskriminasi Hukum dan Kepentingan Asingkah?

Setelah lolos dari kasus mobil listrik, Dahlan Iskan (DI) akhirnya dijerat dengan kasus penjualan BUMD. Dahlan Iskan menjadi tersangka dan ditahan kurang lebihnya karena didakwa menjual asset pemerintah antara 2000-2010 yang menyalahi prosedur dan dibawah harga NJOP.

Besar kerugian belum diketahui karena masih dihitung BPKP.

Dalam pernyataannya, Dahlan mengatakan bahwa dirinya sejak lama telah diincar dan menjadi target kekuasaan.

Potret yang 100 persen berlawanan. Gubernur Petahana Jakarta Ahok terjerat pelbagai kasus, mulai Sumber Waras, Reklamasi, pembelian tanah di Cengkareng, reklamasi Teluk Jakarta hingga kasus penodaan agama.

Dalam kasus Sumber Waras, berdasarkan audit BPK, dikatakan ada salah prosedur dan kerugian negara yang nilainya ratusan milyar, namun lembaga se-super body seperti KPK speechless dan forgiving dihadapan Ahok. “Tidak ada niat jahat”, katanya.

http://megapolitan.kompas.com/โ€ฆ/KPK.Kalau.Kasus.Sumber.Waraโ€ฆ

Ternyata tidak butuh waktu lama, bagi rejim ini kembali kepada watak jahat kekuasaan, yakni melindungi kroni-kroni dan menyingkirkan lawan-lawan politiknya.

Saya bukan tipe orang yang mudah terpengaruh hasutan sektarian, hanya saja, saya berpikir mengapa ada sosok yang sedemikian “untouchable” ini. Boleh jadi, kita tidak semata berbicara tentang seorang gubernur petahana saja, karena faktanya, banyak gubernur lain juga berjatuhan karena isu korupsi, namun tentang “kekuatan dibelakangnya dan motif kepentingan dibaliknya”.

Saya khusnuzon itu bukan Jokowi. Ada kekuatan diatas kekuasaan Jokowi. Suka atau tidak, saya sejak dulu melihat Jokowi adalah tipe pemimpin lemah.

Siapa mereka?

Kata pak Amin Rais, ada kepentingan asing dan aseng? Wallahu A’lam

http://www.republika.co.id/โ€ฆ/ofqben385-amien-rais-bung-jokoโ€ฆ

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *