Apakah Arab Saudi akan Menjalin Hubungan Resmi dengan Israel?

Persiapan tengah dilakukan untuk kunjungan delegasi parlemen Israel (Knesset) ke Arab Saudi, ungkap anggota Knesset Issawi Fej.

Pernyataan yang disampaikan di radio Israel sebagai balasan kunjungan terbuka pensiunan Jenderal kerajaan Saudi, Anwar Eshki ke Israel Juli lalu. Eshki dalam kunjungannya tersebut membawa serta delegasi yang terdiri atas para pengusaha dan akademisi Arab Saudi.

Frej mengatakan bahwa delegasi Knesset akan terdiri atas para anggota parlemen dari partai sayap kiri dan beberapa figur penting lainnya.

CaptureMenurut Frej, sebelumnya delegasi Saudi menyatakan keinginannya untuk memperkuat hubungannya dengan Israel.

Koran Jerusalem Pos juga melaporkan bahwa mantan Menteri Israel untuk Urusan Diaspora, Rabbi Michael Melchior menyatakan bahwa delegasi Israel akan mengunjungi negara Teluk “lebih cepat dari anda bayangkan.”

Namun sebuah kawat diplomatik Deplu AS yang dibocorkan dalam situs Wikileaks menyatakan bahwa kerjasama rahasia antara Israel dengan negara-negara Teluk telah berlangsung sejak lama. Dalam kawat diplomatik itu, pejabat Deplu Israel Yacov Hadas dikutip mengatakan bahwa keterlibatan Israel dalam diplomasi negara-negara Teluk dianggap penting karena posisi negara Zionis itu sebagai sekutu strategis AS.

“Negara-negara Teluk percaya Israel dapat menjalankan sihirnya,” ungkap kawat diplomatik itu.

Sementara dalam kawat diplomatik lainnya, Hadas juga mengatakan bahwa negara-negara Teluk belum siap melakukannya secara terbuka dan ingin melakukannya secara rahasia.

dore-gold-right-with-anwar-eshki-left
Jenderal Anwar Eshki dengan mantan pejabat tinggi Menlu Israel Dore Gold di Washington

Hanya saja, kunjungan terbuka Anwar Eshki kali ini dapat dianggap sebagai isyarat keinginan Arab Saudi meningkatkan kontak rahasia mereka selama ini dalam level yang lebih resmi dan terbuka.

Lembaga think tank CFR (Council on Foreign Relation) di Washington mengatakan bahwa pertemuan mantan pejabat tinggi Saudi dan pejabat Israel baru-baru ini tidak hanya semata berbagi pandangan atas isu-isu tertentu, namun lebih jauh menjelaskan adanya kesamaan kepentingan dan kerjasama strategis kedua negara, khususnya persepsi musuh bersama Iran.

Pangeran Turki Bin Faisal sebelumnya pernah menulis kolom editorial di koran terkemuka Israel yang menyerukan adanya perdamaian antara Israel dan negara-negara Teluk sebagai upaya menyelesaikan  konflik Israel-Palestina.

Dikabarkan Arab Saudi dan Mossad beberapa kali menjalankan misi rahasia melawan pengaruh Iran. Beberapa pesawat Israel melakukan penerbangan rahasia Tel Aviv-Dubai melewati wilayah udara Saudi, Qatar dan Bahrain, walaupun secara formal ada larangan warga Israel masuk ke negara-negara Teluk.

eshki
Anwar Eskhi bertemu dengan para anggota Knesset dalam kunjungannya ke Israel, 22 Juli

Dalam wawancara dengan radio Militer Israel, mantan Direktur Keamanan Nasional Israel Yaakov Amidror mengatakan, “Jelas bahwa Saudi memiliki banyak kepentingan yang terhubung dengan Israel. Saya menambahkan Yordania ada di dalamnya. Ada kepentingan bersama dua negara yang setidaknya akan menjadi landasan yang bagus untuk dikembangkan ke tahap berikutnya.”

 

 

 

Dikutip dari beberapa sumber (MEMO)

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *