Argentina Meminta Ekstradisi Mantan Menteri Iran Dituduh Terlibat Pemboman

Argentina mengeluarkan surat ekstradisi, Kamis atas mantan menteri luar negeri Iran karena diduga terlibat dalam pemboman pusat Yahudi Buenos Aires pada 1994.

Jaksa penyelidik Rodolfo Canicoba meminta Baghdad untuk mengekstradisi Ali Akbar Velayati, yang telah masuk dalam DPO Interpol, karena sekarang berada di wilayah Irak.

Dia juga meminta Iran untuk menahan Velayati “agar dapat diekstradisi, setelah mendapatkan informasi bahwa terdakwa telah pergi ke Baghdad” pada Rabu, ungkap Menteri Kehakiman dalam pernyataannya.

Pada Juli, Argentina juga mengeluarkan surat yang sama kepada Singapura dan Malaysia setelah mendapatkan informasi jika Velayati juga sedang memberikan kuliah di kedua negara tersebut.

Penyelidik Argentina menuduh Velayati dan empat mantan pejabat Iran, termasuk mantan presiden Akbar Hashemi Rafsanjani merancang pemboman pusat budaya Yahudi di Buenos Aires pada 18 Juli 1994.

Mereka diduga memerintahkan kelompok militan Hezbollah melakukan pemboman berdarah di negera tersebut.

Velayati pada waktu itu menjabat sebagai Menlu Iran selama 16 tahun dan gagal maju dalam pencalonan presiden pada 2013. Dia kini mengepalai Pusat Kajian Strategis, sebuah lembaga think-tank Iran.

Iran membantah semua keterlibatan tersebut dan menolak permintaan Argentina agar para terdakwa tersebut dapat bersaksi.

Velayati juga menolak tuduhan dan menganggapnya sebagai kebohongan dalam wawancara tahun lalu dengan saluran TV C5N Argentina.

Serangan tersebut masih menjadi isu hangat di Argentina.

Jaksa utama dalam kasus ini, Alberto Nisman, ditemukan tewas tahun lalu dalam kondisi misterius empat hari setelah menuduh Christina Kirchner (yang kemudian menjabat presiden) berkonspirasi dengan Iran untuk menutup-butupi kasus tersebut.

Tuduhan terhadap Kirchner sejak itu tidak diteruskan karena kekurangan alat bukti.

Sementara kematian Nisman masih dalam penyelidikan.

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *