AS Ancam Pakistan Jika Tidak Tegas Terhadap Taliban

Menlu AS Rex Tillerson mengancam Pakistan dengan sanksi keras Selasa jika tidak melakukan tindakan keamanan kepada Taliban.

Diantara ancaman sanksi yang akan diberikan adalah pencabutan status Pakistan sebagai sekutu non NATO utama, pencabutan bantuan keuangan dan militer.

“Semua itu akan jadi opsi” ujar Tillerson kepada wartawan di Kemenlu. “Namun pada akhirnya, Pakistan sendiri yang harus memutuskan apa yang menjadi kepentingan jangka panjang terbaik mereka dan rakyat”.

“Jika saya pemerintah Pakistan, saya akan mengkhawatirkan tentang kekuatan Taliban,” tambahnya.

Pernyataan Tillerson disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump memaparkan strategi baru AS di Afghanistan, seraya memperingatkan akan banyak kerugian yang dihadapi Pakistan jika terus mendukung Taliban dan kelompok kriminal lainnya.

Pakistan menyatakan kekecewaan terhadap AS karena tidak menghargai pengorbanan yang dilakukan negara itu dalam memerangi terorisme.

Tidak ada negara di dunia yang melakukan upaya lebih dalam menghadapi sepak terjang terorisme ketimbang Pakistan. Tidak ada negara di dunia yang lebih menderita ketimbang Pakistan karena aksi terorisme, yang sering dilakukan dari luar perbatasan kami,” bantah pernyataan kementerian luar negeri Pakistan.

“Ancaman terhadap perdamaian dan keamanan tidak dapat dipisahkan dari permasalahan kompleks geopolitik, terus bercokolnya konflik dan dorongan kebijakan hegemonik,” tambahnya.

“Penerima terbesar manfaat keadaan damai dan stabilitas diluar Afghanistan adalah rakayat Afghanistan sendiri,” ujar Tillerson ketika mendesak Islamabad memainkan peran dalam menarik Taliban masuk dalam meja perundingan.

Taliban telah menjadi sumber instabilitas di Afghanistan sejak invasi AS menjatuhkan kelompok ini pada 2001. Pakistan dituduh menjadi basis serangan dan perlawanan.

“Taliban tidak boleh menang dalam perang,” tandas Tillerson.

“Kami boleh jadi sulit untuk menang, namun juga Taliban,” katanya. “Pada titik ini, kita harus mencari terobosan perundingan untuk mengakhiri konflik.”

Dalam rangka menarik kerjasama dengan Pakistan, maka kebijakan baru Trump ini juga mencoba menarik dukungan dari India, yang menjadi musuh Pakistan.

AS menginvasi Afghanistan setelah serangan terror 11 September 2001 dalam rangka menggulingkan Taliban karena dituduh memberi tempat perlindungan keamanan kepada pendiri Al Qaeda, Osama bin Laden.

Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, Taliban dan beberapa kelompok ekstrim lainnya semakin tumbuh kuat pada saat pemerintah Afghanistan dukungan AS berupaya keras mengendalikan kekuatannya secara nominal di negeri penuh konflik ini.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *