AS Melawan Dunia

AS telah memulai kampanyenya untuk membalas dendam atas keluarnya resolusi Sidang Umum PBB yang mengecam Washington atas keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaannya ke kota suci ini.

AS kini terisolasi dengan Israel dan dipermalukan selama pemungutan Sidang Umum dengan hanya menyisakan Guatemala, Honduras, Toga dan 4 negara kepulauan yang penduduknya tidak lebih dari 200 ribu, sedangkan 128 negara menentangnya.

Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley mengancam dunia akan memotong bantuan AS untuk organisasi dunia tersebut dan bantuan kepada negara-negara sekutunya. Dia mengatakan AS adalah penyumbang terbesar dana PBB.

AS telah mengumumkan akan memotong 250 juta dollar dana yang diberikan kepada PBB untuk anggota tahun depan. Dia kemarin mengatakan:“Ketika sebuah negara dijadikan subyek serangan di organisasi ini dan tidak dihormati. Apa lagi, negara itu diminta untuk membayar privilege, kemudian tidak hargai. Dalam kasus ini, AS, kami diminta membayar lebih banyak dari lainnya untuk hal yang tidak jelas seperti itu.” Tampaknya Haley tidak paham esensi demokrasi dan fundamental tata internasional. Anda tidak dapat mengambil keputusan sewenang-wenang tanpa berkonsultasi dengan sekutu dan teman karena akan berdampak dalam tata keamanan di Timur Tengah. Anda tidak dapat begitu saja mengambil keputusan zalim dan tidak sah karena anda sendiri telah berulang kali menyetujui resolusi yang menolak pengubahan status Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Anda bayar semua uang itu kemudian seolah anda punya hak untuk memveto resolusi Dewan Keamanan dan membantu Israel melanggar hukum dan lolos dari sanksi dunia dengan melakukan tindakan ilegal seperti pembangunan permukiman di atas tanah rakyat Palestina.

Kekuatan veto itu seperti baju anti peluru bagi AS dan menggunakannya secara efektif membantu Israel menghancurkan prospek perdamaian di Timur Tengah. AS pada kenyataannya membeli kekebalan untuk Israel dengan cara membayar PBB sebagai pemanisnya. AS juga membeli hak untuk membully dunia. Ini adalah apa yang Haley dan orang-orang sepertinya di pemerintah Washington telah menghancurkan AS di mata dunia.

Ketika ada ketidakadilan dengan kekuatan seperti itu, maka sangat wajar jika dunia kemudian bersama-sama melawan anda. Anda tidak dapat membully dunia dan kemudian mengubah sesuatu yang salah menjadi benar.

Memaksa negara kecil seperti Guatemala untuk membuka kedutaannya di Yerusalem adalah bentuk isyarat kosong. Jelas AS tidak dapat memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem di waktu-waktu dekat, oleh karena itu memaksa negara tidak penting seperti Guatemala untuk melakukannya.

Ketimbang menantang dunia atas upaya zalim ini, AS seharusnya mundur dan bertanya kepada dirinya sendiri, “Dimana letak kesalahanย kita?” dan “Bagaimana kita membiarkan para pemimpin dunia meninggalkan kita?”. Dengan demikian, AS akan mendapatkan kepercayaan kembali dan tidak terlambat. Sikap tuli atas kesalahannya hanya semakin memperburuk AS.

Negara-negara Islam bukan musuh AS dan rakyatnya, namun ketika ada ketidakadilan dilakukan, mereka tidak dapat begitu saja diam. Ada banyak negara di dunia Islam adalah teman-teman baik AS, yang menentang keputusan AS atas Yerusalem. Mengapa mereka mengecam langkah AS? Mengapa banyak sekutu AS di Eropa mendukung resolusi sehingga mengundang kemarahan Trump dan Haley? Apa mereka punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut?

 

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *