Beberapa Negara OKI Mundur dalam Voting Takut Ancaman AS

Ketika Sidang Umum PBB, Kamis meloloskan resolusi  yang menyerukan AS untuk menarik keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, sejumlah negara yang diperkirakan akan mendukung resolusi tersebut ternyata tidak dan menarik diri. 

Total 128 anggota PBB  mendukung keluarnya resolusi yang menegaskan keputusan Presiden AS Donald Trump “batal dan tidak sah”.

Meskipun resolusi ini menjadi kemenangan signifikan rakyat Palestina, namun seharusnya suara dukungan lebih besar. Karena itu, PM Israel Benjamin Netanyahu memuji ada perubahan peta di antara negara-negara PBB yang mendukung Israel. 

Yang lebih mengejutkan, beberapa negara anggota OKI -yang menolak keputusan AS dan mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina yang sedang dijajah pada saat KTT Darurat OKI di Istanbul pada 13 Desember, ternyata mundur dari posisinya tersebut dan tidak jadi mendukung resolusi PBB Kamis lalu.

Diantara mereka itu, Toga yang paling mengundang kejutan. Negara di Afrika Barat mengambil suara menentang resolusi padahal termasuk negara penandatangan deklarasi OKI sepekan sebelumnya. 

Uganda, juga menjadi penandatangan deklarasi OKI, memilih untuk abstain selama pemungutan suara, sementara Sierra Leone, penandatangan lain memilih tidak ikut dalam pemungutan suara sama sekali. 

Benin dan Kameron yang tidak ikut pertemuan Istanbul juga abstain. 

Sebelumnya, Donald Trump dan duta besarnya untuk PBB, Nikki Haley mengeluarkan ancaman  untuk menghentikan bantuan AS kepada negara-negara yang mendukung keluarnya resolusi. 

Namun, sebagian besar negara-negara anggota PBB itu mengabaikan ancaman dan tekanan tersebut.

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *