Berapa Biaya Operasi Militer Filipina untuk Rebut Marawi dari ISIS?

Pemerintah Filipina baru saja mengumumkan telah menghabiskan sekitar 97,21 juta untuk merebut kembali Kota Marawi dari pasukan gabungan ISIS dan kelompok Maute.
 
Dalam konferensi pers, Menteri Pertahanan Delfin Lorenzo mengatakan bahwa biaya tersebut digunakan untuk amunisi, bahan bakar, makanan dan gaji para tentara yang terlibat dalam operasi militer untuk melumpuhkan sekitar 20 miliran yang berada di sekitar 2 hektar wilayah pusat pertempuran.
 
“Departemen Keuangan kini  mengalokasikan pembiayaan para pengungsi, pembangunan rumah, jembatan hingga akhir tahun ini,” tambahnya.
 
Arsitek Filipina, Felino Palfox Jr  yang sebelumnya telah berpengalaman dalam pelbagai rehabilitasi bencana alam dan tsunami mengatakan kerusakan di Marawi adalah kerusakan terburuk yang pernah ditanganinya.
 
“Kami masih percaya bahwa titik nol harus dibuat sebagai pelajaran bagi generasi berikutnya,” katanya.
 
Walikota Marawi Mayor Usman Gandamra memperkirakan fase rehabilitasi membutuhkan setidaknnya 3 tahun, sementara Palafox yakin bahwa membutuhkan setidaknya 70 tahun untuk mengembalikan kota sebelum serangan 23 Mei.
 
“Rehabilitasi mungkin meliputi perbaikan tempat ibadah, pendidikan dan bangunan-bangunan penting. Bangunan rusak perlu ada yang dipertahankan sebagai pelajaran bagaimana terorisme dapat merusak kota yang damai,” katanya.
 
Presiden Rodrigo Duterte Selasa mengumumkan bahwa Marawi telah dikuasai kembali dari kelompok ISIS setelah tewasnya dua pemimpin mereka, Isnilon Hapilon dan Omar Maute.
 
Awal Januari, setidaknya ada 123 pejuang Abu Sayyaf menyerahkan diri ke aparat keamanan, beberapa diantaranya saudara Hapilon.
 
 
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *