Bocoran Email: Bin Salman Ingin Saudi Keluar dari Perang Yaman

Bocoran email dari 2 petinggi AS mengungkapkan bahwa putera mahkota dan menteri pertahanan Mohammed bin Salman “ingin” keluar dari perang yang dia mulai di Yaman. 

Korespondensi email dari April 2017 antara Martin Indyk, mantan duta besar AS untuk Israel dan Yousef al Otaiba, duta besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Washington yang mendiskusikan keinginan putra mahkota Saudi Mohammed bin Salman untum keluar dari perang Yaman.

Dalam email tersebut, Indyk menggambarkan Bin Salman sebagai seorang pemimpin pragmatis dan dia menyatakan dengan tegas di depan mantan penasehat keamanan nasional Stephen Hadley bahwa dirinya ingin keluar dari perang Yaman dan siap untuk bernegosiasi dengan Iran,” walaupun  di permukaaan dia tampak memiliki pendirian yang agresif baik dalam krisis di Yaman maupun terhadap Teheran.”

Mohammed bin Salman yang pada waktu itu baru berusia 29 tahun mengundang kritik internasional  ketika menyeret Saudi dalam intervensi berdarah dalam Perang Sipil di Yaman pada Maret 2015 ketika hendak mengusir pemberontak Houthi dari ibukota Yaman. 

Kampanye militer pimpinan Saudi telah menyebabkan 27 juta rakyat Yaman bergatung kepada bantuan kemanusiaan, 7,3 juta lainnya mengalami ancaman kelaparan dan merebaknya wabah kolera dalam sejarah modern. 

“Keinginan Arab Saudi untuk keluar dari perang yang sangat mahal bukan hal yang baru, namun tidak diketahui bagaimana caranya”, ujar peneliti Middle East Institute. 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *