Bom Meledak dalam Konser Ariane Grande di Inggris, Puluhan Orang Tewas

Ledakan di pertunjukan konser penyanyi Amerika Ariana Grande, Manchester, kota Inggris bagian utara telah menewaskan setidaknya 19 orang dan melukai 50 lainnya. Polisi menyebut insiden tersebut sebagai aksi terorisme. 

Unit penjinak bom tampak terlihat di TKP bersama mobil-mobil penyelamat, Selasa pagi. 

“Sejauh ini 19 orang dinyatakan tewas, dengan sekitar 50 orang mengalami luka. Peristiwa ini dianggap sebagai aksi terorisme hingga polisi menunjukkan sebaliknya,” kata Kepolisian Besar Manchester dalam twitnya. 

Belum ada keterangan lebih rinci tentang insiden tersebut, namun saksi mata mendengar dua ledakan dari bar dekat gedung pertunjukan sekitar 10.30 malam. 

Video yang diposting di twitter menunjukkan para penonton berteriak ketakutan dan berebut lari keluar dari gedung. 

“Ledakan seperti bom besar membuat panik banyak orang dan kami semua berusaha keluar dari arena pertunjukan,” ujar Majid Khan, penonton konser. 

Chaterine Macfarlene mengatakan ledakan terjadi setelah konser selesai. 

Kami sedang keluar dari gedung dan ketika berada dekat pintu terdengar ledakan besar dan setiap orang menjerit,” tuturnya. 

“Ada ledakan besar- yang terasa di dada. Suasana kacau balau. Setiap orang berlarian dan menangis agar dapat keluar.”

Pihak kepolisian lewat twitnya meminta setiap orang menjauhi lokasi ledakan. “Peristiwanya terjadi di luar gedung. Simpati dan doa kami kepada para korban.”

“Tindakan peledakan” dilakukan tim penjinak bom atas paket yang dicurigai sebagai alat peledak di  dekat gedung pertunjukan pada Selasa pagi, namun kemudian ternyata diketahui berisi pakaian, bukan bahan yang berbahaya.

Arena Manchester, adalah gedung pertunjukkan terbesar di Eropa dibuka pada 1995 memiliki kapasitas 21 ribu penonton. Gedung ini sering digunakan sebagai acara konser maupun pertandingan olah raga. 

Penyanyi Amerika sendiri dikabarkan dalam kondisi baik. Konsernya merupakan bagian dari turnya yang bertitel “The Dangerous Woman Tour”.

Inggris menjadi target serangan kelompok teroris tertinggi kedua dan dalam level “awas”.

PM Inggris Theresa May mengutuk sebagai “serangan teroris yang mengerikan”.

Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn menyebutnya melalui twit: “Insiden yang mengerikan di Manchester. Simpati dan doa saya buat mereka yang terkena musibah dan pelayanan darurat yang luar biasa.”

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *