Bush dan Blair yang Menciptakan ISIS

*Azzam Tamimi

 

13 tahun lalu, PM Inggris Tony Blair mengandalkan bukti palsu untuk yang menyeret Inggris ke dalam perang Irak.

Untuk alasan yang hanya diketahuinya, dia memilih berkoalisi dengan pemerintahan neo-konservatif AS  George W. Bush pada saat itu. Saya dan beberapa teman lainnya dalam gerakan anti perang memperingatkan Blair dan pemerintah Inggris tentang dampak yang bakal diakibatkan karena perang.

Ketimbang mendengarkan nasehat kami, kami  dan teman-teman justru diasingkan dan  diputuskan dari komunikasi dan konsultasi dengan pemerintah. Pemerintah Blair menganggap kami musuh negara pada waktu itu.

Kini, kami benar-benar terbebas karena  laporan Chilcot. Tidak hanya Irak kini benar-benar hancur, namun seluruh Timur Tengah tenggelam dalam lautan darah. Bertahun-tahun, sejak 2003, ancaman teroris meningkat tajam. Kelompok pecahan al Qaeda seperti IS(IS) menjadi ancaman yang mematikan, mendorong kekacauan dan pembunuhan di seluruh dunia. Perasaan tidak ada masa depan dan kepedihan yang mendalam telah mendorong Al Qaeda dan kemudian IS sukses merekrut anak-anak muda tidak hanya di kawasan itu, namun dari seluruh dunia.

Kini, kita begitu yakin, mengutip Guardian, “invasi Irak telah meningkatkan ancaman terorisme atas Inggris dan membantu berseminya benih teror kelompok teroris”. Koran ini mengkonfirmasi bahwa temuan ini “didukung oleh dokumen intelejen sebagai bagian laporan Chilcot.”

Saya ingat benar dengan peringatan tersebut jauh sebelum perang terjadi. Anda tidak perlu jenius untuk memperkirakan hal itu, karena ini  akal sehat. Saya menyampaikan peringatan tersebut di pelbagai wawancara Radio dan TV serta pidato singkat saya di depan jutaan orang yang  berkumpul di Hyde Park memprotes serangan atas Irak dan mendesak diakhirinya perang.

 

Keesokannya, salah satu koran sayap kanan di London mentertawakan peringatan saya bahwa terorisme akan menjadi besar dan berkembang pesat.

Dua tahun setelah perang, tepatnya 11 tahun lalu pada 7 Juli 2005, London mengalami serangan teroris mematikan yang diklaim dilakukan Al Qaeda, sebagai tindakan balasan atas keterlibatan Inggris dalam perang. Kini, dengan latar belakang sekarang, maka al Qaeda tampak lebih lunak ketimbang penggantinya, ISIS yang dilahirkan dari debu-debu Irak yang yang terbakar.

Tony Blair dan George Bush, beserta mereka yang membantunya, seharusnya tidak dibiarkan begitu saja melenggang atas apa yang telah dilakukannya atas dunia kita. Orang-orang ini adalah pencipta sebenarnya dari kebangkitan ISIS. Korban invasi Irak, termasuk keluarga yang  musnah dari perang berhak mendapatkan keadilan, dan tidak hanya mendapatkan permintaan maaf dan air mata buaya.

 

*Akademisi

 

Sumber: middleeasteye

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *