China Minta Israel Tidak Kerjakan Pekerjanya di Permukiman Ilegal

Pemerintah Israel kemarin meratifikasi perjanjian untuk menggunakan ribuan pekerja China di Israel, setelah Tel Aviv setuju dengan permintaan pemerintah China untuk tidak menempatkan para pekerjanya di permukiman ilegal, ungkap Harian Haaretz. 

Ratifikasi perjanjian ini dilakukan setelah negosiasi bertahun-tahun antara dua negara dengan beberapa persyaratan dari pemerintah China.

China mengatakan bahwa persyaratan tersebut bertujuan untuk menjamin keselamatan para pekerjanya, namun para pejabat kementerian luar negeri Israel yakin bahwa alasan sebenarnya bersifat politis karena berkaitan dengan fakta bahwa China dan masyarakat internasional lainnya melihat permukiman Israel tersebut ilegal karena berada di tanah pendudukan. 

Haaretz mengatakan bahwa negosiasi antara kedua belah pihak berlangsung bertahun-tahun karena pemerintah Israel tidak ingin menandatangani perjanjian yang memberikan persetujuan eksplisit atas boikot permukiman. 

Namun pada akhirnya, Israel setuju atas permintaan China dengan formula yang tidak menyebutkan secara eksplisit persetujuan atas boikot permukiman, tambahnya. 

Daftar yang disetujui kedua negara adalah untuk tidak memasukkan lokasi setelah perbatasan sebelum 1967. 

Juru bicata kementerian luar negeri menyatakan bahwa para pekerja China tidak akan ditempatkan di kawasan permukiman (ilegal) karena China “menolak membangun permukiman Yahudi di wilayah-wilayah pendudukan, termasuk Yerusalem Timur dan Tepi Barat”.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *