CIA: Arab Saudi Bekerjasama dengan Israel Melawan Teror

Israel sedang bekerjasama dengan Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya berperang melawan terorisme, ujar Direktur CIA Mike Pompeo seperti dikutip Jerusalem Post. 

Pernyataan Direktur CIA disampaikan di Forum Pertahanan Nasional Reagan di California, dimana Pompeo juga dikutip menyatakan bahaya Iran tidak kepada AS, namun juga negara-negara lain di kawasan. Ancaman Iran kini menjadi faktor pemersatu. 

“Kami telah melihat mereka (Arab Saudi) bekerjadengan Israel untuk memerangi terorisme di seluruh kawasan Timur Tengah hingga ke derajat kita dapat mengembangkannya sebagai hubungan dan kerjasama di antara mereka sehingga negara-negara Teluk dan Timur Tengah secara lebih luas menjadi lebih aman,” ulasnya di depan peserta.

Mantan Direktur CIA dan Menhan Leon Panetta juga menjadi pembicara di seminar itu dan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajar negara-negara Arab membentuk koalisi dengan Israel, AS dan Turki serta membentuk pusat operasi militer gabungan.

“Ini sangat penting bahwa di Timur Tengah, dimanan kita mempunyai negara-negara gagal, dimana anda mempunyai ISIS, dimana ada ancaman Iran,  maka kita harus mengembangkan koalisi negara-negara tersebut secara lebih kuat, berkeinginan bekerjasama menghadapi tantangan tersebut,” tambahnya. 

“Saya kira dengan markas militer gabungan, yang dapat menarget teroris di kawasan, maka kerjasama tersebut dapat memberikan stabilitas keamanan yang dibutuhkan negara-negara tersebut,” simpul Panetta. 

Kabar rencana normalisasi hubungan Arab Saudi dengan Israel menjadi perbincangan hangat bulan lalu setelah Menteri Energi Israel Yuval Steinitz mengaku bahwa Tel Aviv tengah menjalin kontak rahasia dengan Riyadh karena menghadapi ancaman bersama dari Iran.

Beberapa hari sebelumnya, kantor media Saudi Elaph, yang dekat dengan lingkaran kekuasaan di Riyadh menerbitkan wawancara dengan Kepala Staff Angkatan Bersenjata Israel Gadi Eisenkot. Langkah yang dilihat oleh sumber Israel sebagai manuver membawa hubungan Saudi dengan Israel ke masyarakat. 

Laporan tersebut mengundang kontroversi pada September ketika pegiat sosial media yang menamakan dirinya Mujtahidd membocorkan laporan yang menyatakan kerajaan Saudi akan menerima Israel sebagai “negara bersaudara”.

Rakyat Saudi sendiri menolak keras upaya normalisasi hubugan negaranya dengan Israel di masa lalu sehingga pelbagai laporan tersebut mengundang keprihatinan banyak kalangan.

Sementara para pejabat Saudi menegaskan bahwa hubungan dengan Israel tergantung kepada penarikan mundur Israel dari tanah-tanah Arab yang dirampasnya dalam Perang 1967 dan kemerdekaan Palestina. Namun, berita yang berkembang bahwa kerjasama kedua negara itu benar-benar ada, termasuk dukungan Saudi atas proposal perdamaian Israel-Palestina usulan AS akan diumumkan tahun depan. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *