Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/post-template.php on line 275

Daesh Klaim Berada Dibalik Serangan London

Daesh mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada malam hari atas kota London yang menewaskan 7 orang dan melukai puluhan lainnya.

“Satu detasemen para pejuang Daesh melakukan serangan London kemarin,” bunyi pernyataan di media Amaq. 

Para penyerang menabrakkan mobil van ke kerumunan pejalan kaki di London Brigde dan menusuk lainnya malam Ahad sebelum polisi kemudian menembak mereka. 

Ini menjadi serangan ketiga kelompok teroris Daesh atas Inggris dalam kurang 3 bulan.

Daesh, kehilangan banyak wilayahnya di Suriah dan Irak karena serangan udara yang dilakukan pasukan koalisi pimpinan AS. Kelompok ini mengirimkan pesan lewat Telegram Sabtu kemarin mendesak para pengikutnya melakukan serangan dengan truk, pisau dan senjata terhadap “para Salibis” selama bulan suci Ramadhan. 

Para militan yang tergabung dengan ISIS telah melakukan serangkaian serangan mematikan di Eropa, Timur Tengah, Afrika, Asia dan AS dalam 2 tahun terakhir ini. 

PM: Cukup adalah Cukup

PM Inggris Theresa May mengatakan Inggris akan bersikap keras dalam menumpas para ekstrimis setelah mereka menewaskan setidaknya 7 warag sipil dengan menabrakkan mobil mereka ke para pejalan kaki di London Bridge dan menusuk menusuk mereka di dekat sebuah bar. 

Setelah serangan ketiga kelompok militan di Inggris dalam kurun kurang 3 bulan, May menandaskan bahwa pemilu akan tetap jalan. Namun dia akan mengajukan peraturan dunia maya karena dalam pandangannya Inggris telah toleran kepada kelompok ekstrimis. 

“Waktunya kini untuk mengatakan cukup,” ujar ketua Partai Konservatif ini di kantornya Downing Street, dimana bendera Inggris dikibarkan setengah tiang.

“Kita tidak dapat berpura-pura bahwa hal ini terus berlanjut seperti keinginan mereka,” ujar May geram, seraya menambahkan bahwa Inggris diserang dari para generasi baru ekstrimis. 

1 warga Perancis dan Kanada diantara korban yang tewas. Setidaknya 48 orang terluka dalam serangan tersebut. Australia menyatakan salah satu warganya terluka dalam serangan tadi. 

Polisi menembak mati 3 penyerang di Borough Market dekat London Bridge setelah 8 menit menerima panggilan darurat. 

Mark Rowley, kepala anti terorisme mengatakan 8 petugas menembakkan setidaknya 50 peluru untuk menghentikan para penyerang yang tampak seperti pembom bunuh diri karena memakai rompi walau ternyata palsu. 

“Keadaan yang dihadapi para petugas sangat kritis, karena menyangkut hidup dan mati,” ujar Rowley. 

Kepolisian London menahan 12 orang di distrik Barking, London timur dalam kaitannya serangan yang terus berlangsung. Penyergapan aparat keamanan juga terjadi di dekat East Ham. 

Kurang dari 2 pekan lalu, seorang pembom bunuh diri menewaskan 22 orang dan dewasa di konser penyanyi AS Ariana Grande di Machester, Inggris utara. Pada Maret, 5 orang tewas setelah seorang pria menabrakkan mobilnya di Wesminster Bridge di pusat kota London dan menusuk seorang polisi hingga tewas. 

May menyatakan serangkaian serangan tidak terkait satu sama lain dalam hal perencanaan dan eksekusi, namun lebih karena diinspirasi oleh apa yang dinamainya “ideologi ekstrimisme Islamis yang tunggal dan jahat” yang merupakan penyelewengan dari ajaran Islam yang benar.

Dia menegaskan bahwa ideologi ini harus dilawan baik di dalam maupun di luar negeri, seraya menambahkan bahwa internet dan perusahaan internet besar telah menyediakan ruang bagi tersebarnya ekstrimisme tersebut.

Facebook mengatakan bahwa perusahaan akan menjadikan plaform medianya menjadi lingkungan yang memusuhi teroris. Twitter juga mengatakan sedang bekerja untuk mengatasi penyebaraan propaganda militan. 

Setelah serangan Manchester, Inggris meningkatkan level ancaman ke “kritis” yang berarti serangan sejenis akan terjadi dalam waktu dekat, namun kemudian menurunkan derajat ancaman menjadi “buruk” yang berarti adanya kemungkinan serangan, pada 27 Mei. 

Bom di Manchester 22 Mei menjadi serangan paling mematikan di Inggris sejak Juli 2005 ketika 4 pria pembom bunuh diri meledakkan diri dalam sarana transportasi yang padat di London. 

Facebook Comments

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *