Dialah Gadis Ikonik Itu, 11 Tahun Kemudian

11 tahun telah berlalu setelah pembantaian di pantai Gaza 2006 yang menewaskan 11 anggota keluarganya. Kini, Huda Ghalia telah menyelesaikan kuliah S1-nya di Jurusan Hukum Syariah di Universitas Islam Gaza.

Di sore hari 9 Juni 2006, keluarga Ghalia sedang berpiknik di pantai Sudaniya dekat Beit Lahia di Gaza utara ketika artileriย dan kapal perang Israel menggempur pantai, menewaskan 7 anggota keluarganya, termasuk ayahnya, ibu tiri dan kelima saudaranya.

Huda menjerit sekerasnya-kerasnya demi mengetahui ayahnya tewas. Dia tampak berlarian dan jatuh menuju jasad ayahnya setelah beritanya disiarkan di seluruh dunia. Tangisannya menggetarkan masyarakat dunia yang menjadi ikon perjuangan rakyat Palestina.

Sebelum menerima piagam kelulusan, rektor Universitas Islam Gaza Adel Awadallah mengatakan:

“Huda adalah bukan sembarang orang, dia adalah penggalan kisah setiap warga Palestina. Dia meresap dalam kalbu nyawa dan hati kita. Dan adalah tugas kita untuk menjaga dan berdiri disampingnya.”

“Saya sangat berterima kasih kepada ibu saya yang tinggal bersama saya, melakukan banyak hal untuk merawat saya, membesarkan saya dan mendorong saya menyelesaikan pendidikan,” ujar Huda dalam sambutan kelulusannya.

Israel pada awalnya bertanggung jawab atas pemboman tersebut dan menyesal atas jatuhnya korban sipil. Namun kemudian, menarik diri dan mengatakan bahwa militer Israel tidak bertanggung jawab dan menuduh bahwa ledakan terjadi karena bom yang ditanam Hamas di pantai.

Setelah insiden, presiden Palestina Mahmoud Abbad menyatakan 3 hari berkabung dan menggambarkan insiden tersebut sebagai “pembantaian berdarah”.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *