Ditugaskan Menyelidiki, Agen FBI Malah Menikahi Pejuang Daesh

Seorang agen FBI yang ditugaskan menyelidikan Daesh malah berakhir menikahi salah satu pejuangnya. Danieal Greene, agen FBI yang jatuh cinta dengan seorang pejuang Daesh kelahiran Jerman meninggalkan suaminya di AS untuk bergabung dengan pujaan hatinya di Suriah. Dia berbohong kepada aparat AS tentang keberadaannya. 

Insiden yang tidak dipublikasikan ini mengungkapkan bagaimana bobolnya keamanan badan keamanan nasional AS yang bertugas memberantaskan para simpatisan Daesh di seluruh wilayah AS. 

Greene menikah dengan Denis Cuspert, penyanyi rap Jerman yang bergabung dengan pejuang Daesh di Suriah. 

Cuspert menggunakan nama panggung rap Deso Dogg. Di Suriah, dia berganti nama dengan Abu Talhah Al Almani. 

Greene diminta untuk menyelidiki Cuspert pada Januari 2014. Konon pada Juni, dia tertarik sengan Cuspert dan berencana bergabung dengannya di Timur Tengah. Dilaporkan keduanaya bertemu di suatu tempat di Suriah sekitar bulan tersebut.

Dalam beberapa pekan kemudian, Greene menyadari bahwa dia telah membuat keputusan yang salah. Dia kembali lagi ke AS, dimana dia ditahan otoritas keamanan AS dan bersedia untuk bekerjasama. Dia mengaku bersalah membuat pernyataan palsu yang berkaitan dengan terorisme internasional dan dihukum 2 tahun di penjara federal. Dia dibebaskan akhir musim panas lalu. 

“Ini menjadi hal yang sangat memalukan bagi AS, tidak diragukan lagi,” kata John Kirby, mantan pejabat kementerian luar negeri. Masuknya Green ke Suriah jelas mendapatkan ijin dari para pemimpin Daesh. 

Denis Cuspert, (left) known as Abu Talha al-Almani, married an American FBI agent, who fled their relationship after a month

Denis Cuspert, (kiri) dengan julukan Abu Talha al-Almani,

Hukuman 2 tahun Greene lebih ringan dari hukuman yang diberikan kepada terdakwa lainnya yang terkait dengan kejahatan terorisme. 

Greene yang kini bekerja sebagai pegawai hotel mengatakan kepada CNN takut untuk menceritakan detail kasusnya. 

“Jika saya berbicara kepada anda, keluarga saya akan dalam bahaya,” katanya. Dia menolak menceritakan lebih jauh.

Pada Oktober 2015, Pentagon mengatakan Cuspert tewas dalam serangan dekat utara kota Raqqa. 

9 bulan kemudian, 3 Agustus 2016, Pentagon merilis pernyataan yang membantah informasi tewasnya Cuspert. “Tampaknya pernyataan sebelumnya salah, Dennis Cuspert selamat dalam serangan tersebut.”

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *