Duterte ke Uni Eropa: Jangan Paksa Kami Ikut Keinginan Anda

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan kepada negara-negara Barat, terutama Uni Eropa untuk berhenti campur tangan urusan negaranya karena Filipina adalah negara berdaulat.
 
“Maaf jangan paksakan kehendak anda kepada jami. Jangan rusak kedaulatan kami dengan kuliah anda,” ujar Duterte dalam pidato di depan Forum Tingkat Tinggi ASEAN di Manila Kamis malam.
 
“Ini mungkin tidak menyenangkan anda dan anda tidak suka dengan apa yang kami lakukan. Namun ada hal-hal yang harus kami lakukan karena kami ingin lakukan,” tambahnya.
 
Duterte menegaskan bahwa dirinya akan mengijinkan Uni Eropa memimpin perang anti Narkoba jika mereka dapat menyelesaikan problem narkoba di negaranya. 
 
Presiden Filipina itu menjadi sasaran kritik dalam kunjungan 7 anggota delegasi Uni Eropa berkaitan dengan pelanggaran HAM dan pembunuhan ekstra judisial di negaranya.
 
Delegasi Eropa itu memperingatkan bahwa Filipina dapat diusir dari Dewan HAM PBB karena pembunuhan selama perang melawan narkoba. 
 
“Mungkin anda dapat melakukan itu kepada kami. Saya akan undang anda bergabung dalam urusan ini. Saya dengan senang hati angkat anda untuk menyelesaikan problem kami. Jika anda tidak sanggup, maka jangan ganggu, setidaknya lebih terpelajar dalam analisis anda,” tambahnya. “Problem kami serius dan kami mencoba menyelesaikannya.”
 
Duterte juga yakin bahwa Filipina tidak akan dikeluarkan dari PBB karena China dan Rusia tentu tidak setuju. 
 
“Anda pikir China dan Rusia akan setuju? Usir Filipina?” katanya. “Anda tidak begitu saja mudah mengusir anggota PBB karena pernyataannya. Ini penghinaan bagi sebuah negara. 

“Jika anda tidak suka dengan kami, ajukan keluhan ke PBB dan bentuk badan investigasi untuk menyelidiki kami.”

Menurutnya, Filipina tidak terkecualikan dalam kemungkinan bersikap tidak dalam adil dalam urusan masyarakat, “Namun juga berupaya memperbaikinya,” kilahmya.

Duterte mengaku dia sengaja mengkritik dan mengutuk para tamunya tersebut secara terbuka.

“Mereka katakan saya punya mulut yang buruk, benar itu. Saya lakukan sengaja. Saya lakukan karena ketidakpedulian mereka,” pungkasnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *