Ekonom: Kejatuhan Lira Tidak Cerminkan Fundamen Ekonomi Turki

Depresiasi 10 persen mata uang Lira Turki terhadap Dollar sejak awal 2017 tidak merefleksikan fundamen sebenarnya ekonomi Turki.

Beberapa pakar ekonomi mengatakan fluktuasi nilai tukar mata uang lira Turki terhadap dollar disebabkan aksi manipulatif pasca pemilu presiden AS.

Nilai Turki mata uang Lira sekarang terhadap dollar menyentuh angka terendah dalam sejarah, yakni sekitar 3,90.

Profesor Erdal Tanas Karagol, pakar dari lembaga riset politik dan ekonomi SETA mengatakan: “Meskipun perkembangan terakhir pasar domestik tidak dapat dianggap sebagai kudeta keuangan, namun tampak jelas adanya permainan terhadap Turki.  Jelas bahwa ada rumor spekulatif dibalik jatuhnya nilai tukar lira seperti yang dilakukan oleh lembaga pemeringkat kredit seperti Moody. Kami tidak berharap adanya evaluasi obyektif dari lembaga yang lain, seperti Fitch pada 27 Januari.”

Moody Senin kemarin membuat prediksi bahwa keuntungan sektor perbankan akan terpukul signifikan pada 2017 karena naiknya kredit macet.

“Kami berharap trend kualitas aset memburuk tahun ini, disebabkan oleh kombinasi inflasi yang tinggi, depresiasi lira dan memburuknya secara umum iklim investasi karena alasan keamanan dan ketegangan geopolitik,” ungkap Moody dalam laporannya.

Karogol mencatat rumor yang mendiskreditkan tersebut dilakukan dalam rangka mencegah arus masuk modal ke Turki dengan menggambarkan Turki bukan lagi sebagai tempat yang nyaman karena adanya proses perubahan konstitusi.

Profesor Kerem Alkin dari Universitas Medipol Istanbul mengatakan: “Jika ekonomi bermasalah, maka tidak hanya nilai tukar mata uang saja yang terpengaruh, namun juga tingkat Credit Default Swap (tingkat resiko transfer pihak ketiga) dan premi resiko barang-barang berharga.”

Alkin mencatat pasar mata uang, Borsa Istanbul tidak jatuh atau nilai suka bunga pihak kedua dari surat hutang Turki tidak meningkat dalam 2 hingga 10 tahun.

“Oleh karena itu, jelas bahwa fluktuasi pasar mata uang sepenuhnya merupakan tindakan manipulatif sementara ada pergerakan yang masuk akal dalam indikator-indikator lainnya,” bantahnya.

Seiring dengan ketidakpastian disekitar kemungkinan kebijakan Donald Trump akan berdampak kepada ekonomi dunia dan tindakan bank sentral AS yang melakukan kebijakan pengetatan keuangan, dia mengatakan: “Instrumen kebijakan keuangan Bank Sentral Turki bukanlah satu-satunya solusi. Sementara, intrumen kebijakan fiskal harus digunakan untuk mencegah peningkatan nilai tukar.”

Dia juga mengusulkan surat hutang dengan“nilai bunga tinggi” sebagai solusi seperti yang pernah dilakukan selama krisis ekonomi pada 1994 dalam rangka mendorong warga negara menjual mata uang asing untuk membatasi dampak kerentanan karena jatuhnya mata uang lira, juga melibatkan opsi mengatur kembali pajak pendapatan yang diterapkan atas rekening bank dalam bentuk lira dalam periode tertentu.

Bank Sentral Turki memotong rasio cadangan mata uang asingnya yang dibutuhkan sebanyak 50 poin dalam rangka mendorong likuiditas sektor keuangan hingga 1,5 milyar dollar.

Bank Sentral juga mengawasi secara ketat dan melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keuangan dan harga di dalam negeri.

Profesor Necat Coskun dari Universitas Gazi mengatakan: “Meskipun ada perbaikan, defisit yang terjadi sekarang masih merupakan faktor penting. Posisi terbuka dalam sektor swasta memberikan tekanan serius dalam nilai tukar uang karena adanya hutang jangka pendek -setahun sebesar 87 milyar dollar.”

 

 

 

“Instrumen bank sentral dibatasi. Solusi tercerdas adalah meningkatkan nilai suka bunga plus mendanai ekonomi dengan meningkatkan investasi publiknya.”

Ekonomi Turki mengalami defisit 2,27 milyar dollar November lalu dengan defisit berjalan selama 12 bulan sebesar 33,65 milyar dollar.

 

Prof. Burak Saltoglu dari Universitas  Bogazici menegaskan pentingnya transparansi dan sumber informasi yang kredibel tentang posisi sektor swasta selama masa ketidakpastian politik ini.

“Penting untuk otoritas ekonomi membuat pernyataan melalui satu saluran untuk mencegah kebingungan. Dalam jangka pendek, tidak ada solusi karena merosotnya harga lira dengan meningkatkan tingkat suku bunga untuk meningkatkan mata uang lokal menjadi lebih menarik,” tuturnya.

 

Facebook Comments

One thought on “Ekonom: Kejatuhan Lira Tidak Cerminkan Fundamen Ekonomi Turki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *