Erdoğan: Langkah Trump Jerumuskan Timur Tengah kedalam Bola Api

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Kamis bahwa keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel sangat bertentangan dengan Resolusi 1980 tentang status kota. 

“Presiden AS tidak menghormati keputusan PBB 1980. Hingga sekarang, tidak ada negara lain di dunia, kecuali yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan Resolusi PBB 1980. Hanya dua negara yang melanggarnya. Sulit untuk memahami apa yang Trump ingin capai dengan semua ini,”  tukas. Erdoğan di Bandara  Esenboğa , Ankara sebelum bertolak ke Yunani. 

“Yerusalam dianggap sebagai tempat  suci bagi Muslim, Kristen dan Yahudi. Ini menjadi kiblat pertama umat Islam. Masjia Al Aqsha adalah kiblat pertama kita. Mengambil langkah (pengakuan) akan menjerumuskan kawasan ini ke bola api. Para pemimpin politik harusnya membuat perdamaian, bukannya kekacauan. Deklarasi Trump memprovokasi kawasan dan tidak akan membawa perdamaian,” tambahnya.

Erdoğan menegaskan bahwa OKI akan bertemu Rabu di Istanbul untuk mendiskusikan keputusan tentang Yerusalem. OKI memiliki anggota 57 negara Muslim. 

Presiden juga mengatakan bahwa dia akan berbicara dengan Paus Francis Kamis malam atau Jumat tentang isu tersebut. Sebelum pengumuman Trump, Paus mengatakan bahwa “mengakui hak semua rakyat” di Tanah Suci adalah syarat utama untuk dialog. 

Erdogan juga berbicara dengan Jerman, Inggris, Perancis dan Spanyol tentang keputusan Trump tersebut. 

“Jika dia mengatakan, ‘saya orang kuat, maka saya benar’ maka ini dia salah. Menjadi kuat tidak berarti selalu benar. Mereka yang benar adalah orang kuat. Dia harus tahu itu,” bantah Erdogan. 

Trump mengumumkan keputusan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel Rabu ditengah tentangan masyarakat internasional.

Yerusalem tetap menjadi isu konflik Israel-Palestina, dengan harapan bahwa Yerusalem Timur, yang kini dicaplok oleh Israel, akan menjadi ibukota masa depan negara Palestina. 

Selama kampanye tahun lalu, Trump berulang kali berjanji akan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *