Erdogan: OKI yang Efektif Dapat Selesaikan Problem Dunia Islam

Organisasi Konferensi Islam (OKI) perlu lebih efektif dalam melindungi pelbagai isu penting di dunia Islam, demikian ditandaskan Presiden Turkiย ย Recep Tayyip ErdoฤŸan dalam perjalanan pulang ke Ankara dari Tur Afrikanya, terlebih OKI didirikan sebagai respon atas isu Yerusalem sebelumnya.

Erdogan menegaskan penting untuk melakukan reformasi OKI sehingga menjadi institusi yang lebih efektif dalam memobilisasi dukungan bagiย  perlindungan Yerusalem.

Keputusan AS untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem telah menimbulkan kecaman di dunia Islam, sehingga mendorong Turki sebagai ketua OKI menyelenggarakan KTT Darurat OKI di Istanbul pada 13 Desember sebelum kemudian mensponsori sidang Umum PBB melakukan pemungutan suara dalam isu tersebut.

Berkaitan dengan KTT OKI di Istanbul, Erdogan mengatakan tingkat kehadiran beberapa negara Islam memuaskan, namun para pejabat pejabat yang datang dari negara-negara anggota Liga Arab adalah utusan level rendah. “Beberapa negara secara serius mengirim utusan tingkat tingginya ke KTT OKI di Istanbul, namun cukup mengecewakan beberapa negara Liga Arab tidak melakukan yang seharusnya dalam isu ini.”

Dia mengatakan lebih dari 50 negara telah hadir dalam KTT ini, dengan kebanyakan para tamunya tediri dari kepala parlemen, Menlu dan pejabat senior lainnya. “Misalnya, Arab Saudi mengirim menteri urusan agamanya. Ini tentu penting, namun seharusnya mereka bisa mengirim utusan yang lebih seniornya.”

OKI telah mengambil keputusan untuk menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina dan menolak tegas keputusan AS. OKI menurut Erdogan harus menjadi kekuatan di arena internasional seperti gerakan Non Blok misalnya.

Erdogan memuji keputusan OKI dan Uni Eropa yang berpegang kepada prinsip internasional dalam mendukung resolusi Dewan Keamanan atas Yerusalem, walau ada sedikit perkecualian. “Mereka masih mendukung proses tersebut, kini kita perlu memikirkan dan merencanakan strategi untuk mencapai kemajuan atas isu Yerusalem ini.”

Ketika ditanya apakah sejumlah negara inti di negara-negara Islam perlu mengorganisir struktur alternatif, Erdogan menyatakan tidak setuju.

“Jika kita mempersempit tujuan kita, maka kita akan hilang. Misalnya, Indonesia adalah negara anggota terbesar, penduduknya bijaksana. Negara sepenting itu tidak dapat diabaikan. Setiap anggota OKI penting dalam menjalankan upayanya. Apa yang perlu dilakukan adalah bagaimana menjadikan OKI sebagai lembaga yang lebih aktif dalam menyelesaikan isu internasional.”

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *