Essam Yousef: Israel Terlibat dalam Pemboman Mesir

Dr. Essam Yousef, ketua lembaga kemanusiaan dan HAM Gaza mengecam pedas pemboman di Masjid  Al Rawda, Sinai Utara yang menewaskan 235 dan puluhan lainnya dan mengindikasikan keterlibatan Israel. 

Dalam pernyataan pers yang dirilis hari ini, Yousef mengatakan: “Kami sangat mengecam keras kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang yang seharusnya aman berada di rumah Allah.”

Dia menekankan bahwa “tidak ada pembenaran sama sekali atas kejahatan para teroris keji tersebut. Ini adalah kejahatan yang tidak dapat diterima akal, agama dan kemanusiaan terhadap orang-orang Muslim yang sedang beribadah.”

“Kami berdiri di samping Mesir dan rakyatnya melawan kejahatan para ekstrimis tersebut,” tandasnya seraya menambahkan bahwa aksi pengecut, bodoh dan khianat ini bertentangan dengan nilai-nilai  Mesir, Arabisme dan Islam.

Yousef berdoa semoga stabilitas, keamanan dan keselamatan segera pulih di Mesir serta aksi terorisme berakhir. 

Selanjutnya, dia menengarai dari peristiwa ini ada satu aktor yang menikmati kejadian mengerikan ini dan  menciptakan kekacauan untuk mengalihkan dan mengeringkan sumber daya Mesir. 

“Kejahatan yang menargetkan Masjid Al Rawda di Sinai adalah aksi pengecut terorisme yang terkait dengan kelompok-kelompok tertentu. Pilihan tempat dan waktu dalam melakukan kejahatan tersebut sebelum pembukaan perbatasan Rafah dan setelah  Dialog Kairo seperti mengonfirmasi bahwa kelompok-kelompok ini tidak ingin Mesir kembali ke posisinya secara regional dan internasional.”

“Ini adalah aksi pengecut yang tidak akan mengendurkan peran patriotik dan nasional rakyat Mesir untuk memerangi tangan kotor  yang hendak merusak keamanan Mesir dan darah rakyatnya. Darah orang beribadah akan tetap menjadi bintang yang akan menyinari langit Mesir dan kutukan atas para tersangka dan agennya.”

Akibat pemboman seperti dikutip Harian Turki, Daily Sabah, perbatasan Mesir menunda pembukaan perbatasan Rafah sebagai hasil Dialog Kairo dan rekonsiliasi Palestina.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan paling brutal ini.  Namun, kelompok ekstrimis lokal yang berafiliasi dengan ISIS sering melakukan aksi terorisme di wilayah Sinai. 

Menurut Timothy Kaldas, profesor di Universitas Nile di Kairo mengatakan bahwa serangan ini cocok dengan pola serangan ISIS.

“Ini adalah serangan lain terhadap kelompok Sufi di Sinai Utara sebagai balasan atas kerjasama mereka dengan pemerintah dalam operasi keamanan terhadap ISIS,” ulasnya.

Menurut koran The Independent, Inggris (19/6)  Israel secara rahasia memasok senjata dan logistik kepada ISIS dan beberapa kelompok pemberontak lainnya.

Mantan Menhan, Moshe Ya’alon kepada Times of Israel mengakui dukungan Israel terhadap kelompok teroris ini dengan dua syarat (6/2015)  tidak mendekati perbatasan Israel (Dataran Tinggi Golan) dan tidak menganggu kelompok Druze. 

Namun secara spesifik, Israel menaruh perhatian kepada ISIS. 

“Seseorang yang melanggar kedaulatan kami akan langsung merasakan kekerasan kami. Dalam banyak kejadian. penembakan datang dari wilayah dikendalikan rejim Assad. Namun jika tembakan datang wilayah ISIS, maka organisasi ini segera minta maaf,“beber Ya’alon.

Capture

Dalam konteks, Yousef tampaknya hendak menegaskan benang merah Israel dengan aksi pemboman masjid di Rawda atas dua hal bahwa pertama, eksistensi kelompok afiliasi ISIS di Sinai Utara dan selama ini sering melakukan pelbagai aksi serangan terorisme di wilayah tersebut. Kedua, adanya kepentingan dan doktrin yang sama antara Israel dengan ISIS. Momentum rekonsiliasi di Palestina dan implikasi pembukaan perbatasan Refah semakin menguatkan kecurigaan tersebut.  Israel menolak rekonsiliasi karena dianggap menjadi jalan pengaruh Hamas di Tepi Barat dan mendapatkan pengakuan internasional.

Baca: http://www.jpost.com/Arab-Israeli-Conflict/Israel-wont-accept-fake-Palestinian-reconciliation-506623

Karena itu, mantan PM Belanda Dries van Agt menabalkan Israel sebagai negara paling berbahaya di dunia. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *