Frank Gaffney: Tokoh Islamophobia Masuk Tim Transisi Donald Trump

Frank Gaffney kini bergabung dengan tim transisi Donald Trump

Gaffney, pernah digambarkan oleh Southern Poverty Law Center sebagai “salah satu tokoh paling penting Islamophobia Ameria, memimpin Center for Security Policy -yang dikenal sebagai lembaga think tank yang mempromosikan teori konspirasi tentang Ikhwanul Muslimin yang menginfiltrasi pemerintah AS di level tertinggi dan sistem Syariha menggantikan demokrasi Amerika.

Ketika meminpin lembaga tersebut, ada beberapa contoh teori konspirasi yang dia kemukakan:

  • Menjelang invasi Irak, Gaffney menyatakan bahwa presiden Saddam Hussein terlibat dalam pemboman Kota Oklahoma pada 1995 yang dilakukan oleh Timothy Mc Veigh.
  • Ketika Presiden Barack Obama menominasikan Elena Kagan untuk menjadi ketua Mahkamah Agung pada 2010, Gaffney menuduhnya lunak terhadap Syariah selama menjabat sebagai dekan Harvad Law School. Kelompoknya mendanai iklan yang mempertanyakan, “Jika Kagan menoleransi promosi ketidakadilan hukum Syariah di kampus Harvard, keadilan mana yang akan kita dapatkan selama dia menjabat di Mahkamah Agung di sepanjang hidupnya?”
  • Pada 2009, Gaffney mempertanyakan apakah Obama presiden Muslim pertama Amerika atau semata-mata bermain-main. “Orang yang senang memiliki nama tengah yang berakar Islam ini telah melakukan penipuan karena Adolf Hitler menyamar menjadi Neville Chamberlain atas kasus  Czechoslovakia di Munich,” tulis Gaffney.
  • Pada 2010, Gaffney menuduh Obama merusak kemampuan misil Amerika agar AS tunduk kepada Islam. Dia menyebut logo Badan Pertahanan Misil “baru” sebagai desain yang menggabungkan simbol kampanye Obama dan simbol bulan sabit Islam.  Dia kemudian mengoreksi tulisannya, menyatakan bahwa logo tersebut tidak dibuat pada masa Obama.
  • Gaffney menyatakan bahwa Jenderal David Petraeus, komandan pasukan AS di Afghanistan pada waktu itu, tunduk kepada Syariah ketika Petraeus mengutuk aksi pembakaran Qur’an oleh pastor Florida.
  • Gaffney menuduh pelbagai elit politik secara rahasia terkait dengan organisasi Islam seperti Ikhwanul Muslimin, termasuk penasehat Hillary Clinton Huma Abedin, Gorver Norquist dan Suhail Khan.
  • Gaffney keberatan dengan anggota Konggres Keith Ellison dari Minnesota dan Andre Carson karena menjadi anggota Komite Intelejen Konggres, karena mereka Muslim dan oleh karena itu akan membocorkan informasi kepada Ikhwanul Muslimin.
  • Sementara dunia kaget dengan ketidakpedulian dengan aksi otoritas di Irving, Texas atas kesalahan mereka terhadap Ahmed, anak berusia 14 tahun yang dituduh membuat bom tahun lalu, Gaffney menulis bahwa sekolah mempunyai hak untuk mengeluarkan Ahmed dan menelpon polisi. Kelompoknya kemudian menghormati Beth Ban Duyne, walikota Irwing yang Islamphobia dengan penghargaan Freedom Flame Award karena upayanya melindungi konstitusi.
  • Gaffney mengundang Jared Taylor, seorang nasionalis di acara radio dan memuji laman American Renaissance yang dimilikinya sebagai “Bagus”. Selama acara, Taylor menentang gagasan bahwa orang-orang yang berputus asa yang kini membanjiri Eropa ini sebagai “pengungsi“, penamaan yang dibuat kalangan liberal. Ketika ditanya konsekuensi jika orang-orang ini pindah ke Eropa, Taylor menyebut,” kita telah melepaskan kekuatan jahat.”
  • Ketika Trump mengusulkan larangan kepada Muslim untuk masuk ke AS tahun lalu, Gaffney dengan cepat membelanya. “Tuan Trump jelas menjalankan keyakinan yang diamini oleh jutaan rakyat Amerika,” tulisnya di laman. “Mereka mulai melihat pemerintahan Obama telah meremehkan, mensalahinterpretasikan dan salah menangani ancaman yang semakin lama semakin besar dihadapan kita.”
  • Ketika anggota Konggres Alcee Hasting mengundang Kepala Polisi Kota Broward Sherif Nazar Hamze ke acara kenegaraann konggres, Gaffney menuduh Hamze terkait dengan kelompok yang terhubung dengan Hamas. Dia merujuk kepada Badan Kerjasama Amerika Islam (CAIR), lembaga advokat Muslim yang berbasis di New York.
  • Gaffney menuduh Paus Francis memiliki pandangan anti Amerika setelah Paus mengatakan bukan merupakan sikap Kristen mendeportasi imigrasi yang tidak memiliki surat dan berjanji untuk membangun dinding antara AS dan Mexico.

 

source: Huffington Post

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *