Gaza Flotilla Kedua: Dua Kapal Aktivis Perempuan Bersiap Buka Blokade Gaza

Gaza Flotilla kedua telah berangkat ke Gaza kemarin dari pelabuhan Barcelona, Spanyol.  Pemberangkatan “Women’s Boat to Gaza”(WBG) melibatkan para aktivis perempuan dari seluruh dunia dalam rangka memberikan “bantuan dan dukungan kepada para perempuan Palestina yang menjadi sentral dalam perjuangan rakyat Palestina di Gaza, Tepi Barat, di Garis Hijau dan Diaspora.” 

Link video: Aktivis Perempuan Buka Blokade Israel atas Gaza

Setidaknya 30 orang terlibat dalam flotilla Gaza yang mewakili para perempuan dari 15 negara di enam benua, termasuk jurnalis Al Jazeera Khadija Bengeuenna, anggota parlemen Aljazair Samira Dawaifiya, Dr Fawzia Hassan dari Malaysia, anggota Parlemen Latifa Habachi dan aktivis perempuan Yordania Ola Abed.

14316939_1173885189345049_8428102843053756270_nTujuan aksi kemanusiaan tersebut adalah dalam rangka menentang blokade Israel atas Gaza serta menunjukkan solidaritas dan pesan harapan kepada rakyat Palestina dari pelbagai kelompok masyarakat sipil, LSM dan aktivis perempuan dari seluruh dunia.

Laura Arau, partner WBG dari Spanyol menyampaikan pentingnya posisi Barcelona sebagai titik berangkat bagi aksi kemanusiaan tersebut. “Kami menjadi sister city (kota saudara) bagi Gaza sejak 1998, namun kami belum pernah berkunjung satu sama lain,” katanya. “Kami ingin para saudara kami di Gaza mengetahui bahwa mereka tidak dilupakan dan melalui kunjungan kapal kami ini, kami hendak mengirimkan pesan harapan, cinta dan solidaritas.”

Kapal-kapal yang membawa makanan dan obat-obatan akan berangkat ke Ajaccio, Perancis sebelum meneruskan berangkat menuju pantai Gaza pada awal Oktober. Dalam perjalanan dari Barcelona ke Ajaccio, seperti yang tercatat dalam manifest, Malin Björk, anggota parlemen Uni Eropa, Zohar Chamberlain Regev, warga negara Israel yang kini tinggal di Spanyol dan Ann Wright, mantan diplomat AS yang mundur pada 2003 karena menentang invasi Irak turut bersama dalam rombongan.

“Ada permintaan bahwa flotilla ini tidak akan dicegat angkatan laut Israel saat masuk ke Gaza,” ungkap Regev.

14192628_1372269592783146_7090083186263173054_n“Kami tahu bahwa kami bukan ancaman bagi Israel. Kami tidak menuju pelabuhan Israel, jadi mereka tidak alasan menghentikan kami,” katanya. “Sepanjang pemerintah mengabaikan adanya krisis kemanusian karena faktor politik, maka kami, sebagai warga negara dunia, tidak punyai pilihan kecuali melanjutkan upaya kami untuk membuak blokade yang tidak manusiawi ini.”

Pada 2015, sebuah upaya yang dilakukan WBG untuk masuk Gaza dialihkan secara paksa ke Ashdod oleh angkatan laut Israel. Pada 2010, flotilla Gaza dari Turki dicegah dan diserang Israel yang mengakibatkan 20 aktivis kemanusiaan meninggal. akibat aksi brutal Israel dan retaknya hubungan Turki-Israel.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *