Hamas: Pengakuan Trump atas Yerusalem Jadi Gerbang Neraka AS

Gerakan Perlawanan Hamas mengatakan Rabu kemarin bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel akan “membuka gerbang neraka” kepentingan AS di kawasan ini.

“Keputusan ini akan membuka gerbang neraka kepentingan AS di kawasan ini,” tandas Ismail Radwan, pejabat Hamas kepada wartawan pasca pengumuman Trump. 

Dia menyerukan negara-negara Arab dan Muslim untuk memutuskan hubungan ekonomi dan politik dengan AS dan mengusir para duta besar mereka.

Trump sama sekali tidak menghargai perasaan rakyat Palestina dan dunia Islam dengan manuvernya tersebut. 

Ismail Haniyeh mengatakan dalam pernyataannya, rakyat Palestina tahu bagaimana menjawab secara tepat penodaan kesucian dan perasaan mereka.

Dia menambahkan bahwa keputusannya tersebut “tidak akan mengubah fakta sejarah dan geografi.”

Dalam kampanyenya, Trump berjanji untuk memindahkan kedutaan negara itu dari Tel Avib ke Yerusalem. Langkah terbaru itu ditentang banyak negara di dunia, termasuk Perancis, Inggris, Uni Eropa, Turki dan Liga Arab. 

Israel mengklaim Yerusalem sebagai ibukotanya, yang ditentang masyarakat dunia. 

Turki bereaksi keras atas keputusan tersebut dan memperingatkan AS dan Israel bahwa negaranya akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel atas manuvernya tersebut. 

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *