Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/post-template.php on line 275

Ilmuwan Pakistan Bantah Klaim India Tentang Keamanan Fasilitas Nuklirnya

Salah satu pakar ternama nuklir Pakistan membantah tuduhan India bahwa kelompok teroris memiliki akses atas senjata nuklir Pakistan dan menyebut tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar. Klaim tersebut disampaikan sebagai upaya menciptakan keraguan internasional tentang sistem pengendalian dan komando fasilitas nuklir negaranya.

Selasa, perwakilan permanen India dalam Konferensi Pelucutan Senjata Nuklir, Amandep Singh Gill dalam sidang organisasi tersebut di Jenewa menyatakan bahwa negara yang memiliki patron teroris internasional telah memberikan akses kelompok tersebut untuk penguasaan senjata nuklirnya sehingga berpotensi menjadi ancaman bagi keamanan nasional.

Meskipun Gill tidak menyebut nama Pakistan secara langsung, namun jelas tuduhan tersebut dimaksudkan keย negara tetangganya yang memiliki senjata nuklir.

Dr. Samar Mubarak Mand yang memimpin tim ilmuwan Pakistan melakukan uji coba senjata nuklir pada Mei 1998 menyatakan India mencoba merusak reputasi Pakistan dengan membuat tuduhan yang tidak berdasar.

“Ini bukan pertama kalinya bagi India melakukan hal ini. New Delhi sendiri tahu bahwa tidak mungkin bagi teroris secara teknik dan fisik untuk mendapatkan senjata nuklir apalagi menembakkannya, namun mereka tetap menekan Pakistan dengan isu tersebut,” ujarnya.

Mubarak menegaskan bahwa kelompok militan tidak dapat memiliki akses senjata nuklir bahwa pada saat puncak aktivitas terorisme di Pakistan antara 2006 dan 2012.

“Senjata nuklir tidak seperti senjata biasa yang dapat dicuri dan digunakan. Ada multi lapis keamanan, termasuk kode keamanan dan konfigurasi elektronik. Saya ragu mereka yang mengangkat isu tersebut tahu banyak tentang pelbagai hal teknis sistem komando dan kendali nuklir,” tuturnya.

“Menjadi bagian negara yang memiliki program nuklir, saya dapat yakinkan bahwa sistem komando dan kendali kita canggih dan selalui diperbaharui. Semua negara nuklir, kecuali India tahu dan mengetahui fakta tersebut,” tambah Ketua NESCOM, institusi nuklir Pakistan yang menangani program senjata nuklir.

Dia menyatakan bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga melakukan program pelatihan di Islamabad tahun lalu untuk melatih para pakar nuklit dari belbagai dunia melalui sistem komando dan kendali nuklir Pakistan.

Dr. Abdul Qadeer Khan, pemrakarsa program nuklir Pakistan juga menolak tuduhan tersebut.

“Ini adalah pembicaraan yang aneh. Mereka yang mengeluarkan peringatan tersebut menganggap senjata nuklir seperti toko senjata yang dengan mudah dibobol dan kemudian keluar dengan membawa tas,” ujar Khan, pengembang nuklir Pakistan pada era 70-an.

“Sejumlah langkah harus dilakukan untuk merakit senjata nuklir. Hanya pakar nuklir kelas tinggi yang dapat melakukannya,” tambahnya.

Pakistan dan India merupakan negara yang memiliki senjata nuklir. India telah mengembangkan kemampuan nuklirnya jauh sebelum Pakistan pada 1947, sehingga mendorong negara tersebut mengikutinya.

Pakistan secara diam-diam mengembangkan kemampuan nuklirnya pada 1980-an ketika menjadi sekutu AS dalam Perang Afghanistan pertama melawan Uni Soviet.

Pakistan stidakย menjalankan percobaan senjata nuklirnya, namun karena India melakukan serangkaian uji coba nuklir pada 1999, makaย 3 pekan kemudian, Pakistan mengikutinya di distrik Changhi, perbatasan dengan Afghanistan-Iran sehingga menimbulkan ketakutan terjadinya perang nuklir antara dua negara yang saling bermusuhan tersebut.

Menurut Institut Perdamaian Internasional Stockholm, India memiliki antara 80-100 senjata nuklir, sedangkan Pakistan antara 90-110 hulu ledak.

Sejumlah lembaga penelitian internasional menuduh China membantu program nuklir Pakistan dan meyakini bahwa senjata nuklir Islamabad akan menjadi 200 dalam 5 tahun kedepan.

 

Facebook Comments

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *