Ini Negara Tersingkat dan Terlama Durasi Puasa Ramadhan

Ibadah Puasa merupakan ritual unik dari segi tatacara pelaksanaannya dan juga rentang waktu (durasi) menjalankannya. Ternyata, di seluruh dunia, berbagai negara memiliki durasi berbeda-beda pula. Untuk Ramadhan kali ini, puasa Chili sebagai yang terpendek, dan Islandia terlama.

Indonesia yang menetapkan dimulainya bulan puasa pada 27 Mei 2017, ternyata relatif sedang durasi menjalankan ibadah puasa selama sehari, bila dibandingkan negara-negara lain. Di Indonesia berkisar 13 jam.

Negara-negara yang berada di belahan utara (dekat kutub utara) tercatat sebagai wilayah yang harus menjalankan ibadah puasa sebagai yang terlama, dalam hal ini negara Islandia yakni 22 jam. Sedangkan, negara yang durasi puasanya terpendek adalah Chili, yakni 9,43 jam. Kemungkinan juga Selandia Baru, karena posisinya di ujung selatan dunia.

Kondisi yang berlawanan belahan utara dan belahan selatan tersebut, karena posisi matahari saat ini ‘berada’ di sisi utara. Sehingga, belahan utara lebih banyak mendapat sinaran matahari dalam sehari, dan sebaliknya, di belahan selatan (dekat kutub selatan) hanya sedikit mendapat sinaran matahari dalam sehari.

Negara Tercepat Puasanya

  1. Chile

Negara Chile yang ujungnya berada di  Amerika Selatan paling dekat dengan kutub Selatan, membuat negeri ini memiliki durasi  berpuasa selama  9 jam dan 12 menit dalam sehari. Di sini waktu imsak jatuh pada pukul 05.31 pagi waktu setempat dan mereka berbuka puasa pada pukul 15.00 waktu setempat.

  1. Argentina

Lantas, Argentina sebagai tetangga Chile, juga hampir sama durasi puasanya, yakni 10 jam perharinya. Jumlah penduduk Muslim di negara yang terkenal dengan tarian tango ini pun sangat sedikit dari jumlah keseluruhan pendudukunya, yaitu hanya satu persen atau sekitar 400 jiwa.

Meski minoritas, warga non Muslim Argentina dinilai sangat bertoleransi dan sangat menghormati ibadah. Di Buenos Aires, ibukota Argentina, terdapat sebuah masjid besar yang menjadi pusat studi Islam di Argentina dan negara-negara Amerika Latin. Masjid ini dibangun atas bantuan Raja Fahd dari Arab Saudi.

  1. Australia

Jika di belahan dunia lainnya memasuki musim panas, maka Australia sudah bersiap memasuki musim dingin sehingga waktu berpuasanya tidak terlalu lama, yakni hanya sekitar 11 jam.

Jika kamu memiliki rencana berlibur di Australia, kamu bisa menikmati buka puasa di restoran halal yang terletak di Sydney Road. Kawasan ini banyak dihuni imigran dari Timur Tengah yang mayoritas beragama Islam. Saat melaksanakan sahur, menu makanan di sini hampir sama seperti menu sarapan, yakni roti bakar dan susu.

  1. Afrika Selatan

Afrika Selatan juga memiliki waktu puasa yang pendek jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia. Waktu puasanya sekitar 12 jam. Jumlah penduduk Muslim di negara ini pun terbilang sedikit, yaitu hanya 1,5 persen dari 52 juta penduduk Afrika.

Meskin populasi muslim sedikit, makanan halal sangat mudah dijumpai di negara ini, banyak restoran yang menyediakan makanan halal, bahkan hampir seluruh restoran cepat saji asal Amerika sudah berlabel halal.

Cuaca yang panas, yaitu di atas 30 derajat Celcius menjadi salah satu tantangan terbesar umat Muslim menjalani puasa di negara ini. Menariknya, di Cape Town terdapat bubur buatan warga lokal yang bisa dicicipi hanya pada bulan puasa.

  1. Brazil

Brazil bertetangga dengan Argentina. Namun, posisi Brazil lebih di utara. Umat Muslim di negara yang dikenal dengan sepak bolanya ini hanya berpuasa sekitar 13 jam. Mayoritas penduduk Muslim di Brazil adalah Kristen. Sehingga hal ini menjadi tantangan yang berat bagi umat Muslim yang tengah berpuasa.

Negara Terlama  Durasi Puasa

Seperti diungkap di atas, kawasan belahan utara yang dekat kutub utara merupakan negara-negara yang harus lebih banyak waktu siang hari, karena posisi matahari untuk saat ini ‘berada’ di utara. Islandia, Alaska, Rusia (bagian utara), dan negara-negara Skandinavia (Swedia, Denmark, Finlandia, Norwegia), termasuk kelompok ini.

  1. Islandia

Negara yang dikenal dengan penduduk muslim terkecil di dunia ini menjadi negara dengan durasi puasa terlama, yaitu sekitar 22 jam. Umat Muslim di Islandia melaksanakan sahur pada pukul 02.00 pagi waktu setempat dan berbuka pada pukul 12.00 malam waktu setempat.

di Islandia, hanya ada 0,3 persen atau sekitar 770 orang penduduk yang beragama Islam. Bagi kaum Muslim di Islandia, puasa tak sekadar ritual ibadah. Justru, dengan panjangnya waktu berpuasa membuat mereka menemukan nilai lain dari berpuasa.

  1. Swedia

Berada di kawasan Skandinavia, Swedia juga menjadi negara terlama berpuasa, yaitu sekitar 20 jam. Umat muslim di Swedia makan sahur pukul 02.30 pagi waktu setempat dan berbuka puasa pada pukul 10.00 malam waktu setempat.

Saat ini kaum muslim Swedia berjumlah sekitar 500.000 orang, atau sekitar 5 persen dari total populasi. Cuaca panas juga menjadi tantangan besar umat Muslim untuk menjalani puasa di negara ini.

  1. Alaska (Amerika Serikat)

Ada keunikan budaya berpuasa di negara dengan sebutan Land of the Midnight Sun ini. Sebagian masyarakat Muslim setempat mengikuti jadwal puasa sesuai dengan waktu Mekkah, yaitu berpuasa selama 15 jam sehari.

Sebagian muslim lainnya, mengikuti jadwal puasa waktu setempat, yaitu berpuasa selama 20 jam di musim panas, namun hanya 5 jam di musim dingin. Perbedaan jadwal puasa tidak mengurangi persatuan komunitas Muslim Alaska.

Jadwal ini sesuai keputusan Dewan Masjid Alaska mengikuti fatwa Dar al-Ifta al Misriyyah, lembaga hukum Islam yang berpusat di Kairo. Fatwa ini diterbitkan tahun 2009 setelah melewati pengkajian yang panjang.

  1. Inggris

Umat muslim di Inggris harus berpuasa selama 18 jam setiap harinya. Hal itu terjadi karena Ramadhan datang bersamaan dengan musim panas terpanjang di Inggris.

Saat ini ada sekitar 2,7 juta umat Muslim yang tinggal di Inggris. Untuk menghindari berbagai penyakit saat musim panas nanti, Komunitas Muslim Inggris sangat gencar mengingatkan para anggotanya agar tetap menjaga kesehatan selama puasa.

  1. Jerman

Umat Muslim di Jerman harus berpuasa selam 18 jam sehari, yaitu sejak pukul 04.00 pagi hingga pukul 22.00 malam waktu setempat. Sama seperti beberapa negara, yang menajdi tantangan terberat di negara ini adalah akibat cuaca yag panas, sehingga mudah haus.

Selama berpuasa, tidak ada aktivitas yang berbeda di negara ini, sama seperti hari biasa. Warga tetap bersekolah dan bekerja. Di Jerman, toleransi umat beragama begitu tinggi, sehingga mereka yang non-Muslim menghargai mereka yang berpuasa.

 

Sumber

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *