Innalillahi, Akhirnya Tokoh Jamaat Islami Bangladesh Ini Digantung

Pemerintah Bangladesh akhirnya mengeksekusi pebisnis dan bankir sukses dari Partai Jamaat Islam setelah MA menolak bandingnya.

Eksekusi dilakukan pada pukul 10.35 malam di penjara Kashimpur, Gazipur, 40 Km dari Ibukota Dhaka.

Mir Quasem Ali, tokoh kunci Partai Jamaat Islami, digantung Sabtu setelah secara kontroversial didakwa melakukan kejahatan perang selama perang kemerdekaan 1971.

Sebenarnya, Mir Quasem masih mendapatkan satu upaya hukum lagi, yakni pengajuan pengampunan kepada presiden. Namun, tokoh partai Islam ini menolak karena mengaku tidak bersalah dan tidak melakukan kejahatan seperti yang dituduhkan.

Mir Quassem Ali dituduh pernah menjadi  komandan milisi pro Pakistan di kota pelabuhan Chittagong selama Perang 1971 dan kemudian menjadi pebisnis sukses real estate dan perkapalan.

“Ali adalah sosok yang Jamaat yang istimewa, dikenal sebagai tokoh sosial, pebisnis sukses dan tokoh yang mendukung pers bebas serta banyak membantu orang-orang miskin dan para pengungsi Rohingya, “ tutur Talha Anmad, pengamat politik Bangladesh.

“Dia menjadi salah satu politisi Jamaat yang dapat menjangkau masyarakat luas. Tampaknya pemerintah hendak mengejar orang-orang yang dapat menjadi tantangan inteletual dan politik bagi pemerintah. Pemerintah menjadi otoritarian sehingga tidak memberikan ruang kepada kelompok oposisi baik bagi jamaat maupun partai lainnya.”

Anaknya, Mir Ahmed Bin Quasem, yang menjadi bagian tim hukum, diculik oleh aparat keamanan pada Agustus lalu, yang sering disebut upaya intimidasi pemerintah untuk mencegah aksi protes atas eksekusi mati.

Sebelumnya, pengadilan kejahatan perang Bangladesh juga menjatuhkan hukuman mati dan diiubah menjadi penjara seumur hidup kepada dua tokoh Partai Nasional Bangladesh, Salahuddin Quader Chowdhury dan Abdul Alim. Keduanya dituduh melakukan pembunuhan dan penculikan selama konflik 1971.

Partai Jamaat Islami maupun Partai Nasionalis Bangladesh menuduh eksekusi mati memiliki motif politik dalam rangka menyingkirkan lawan-lawan politik partai Liga Awami yang berkuasa.

Pelaksanaan sidang pengadilan banyak diprotes masyarakat internasional karena berjalan tidak transparan.

 

Baca juga: Mir Qassem Ali: Tokoh Kelima Jamaat Islami yang Dieksekusi Mati di Bangladesh

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *