Israel Membuka Sinagog Baru dibawah Al Aqsha

Otoritas Israel hari ini mengumumkan sinagog Yahudi baru yang dibangun dibawah Tembok Al Buraq, yang disebut Yahudi sebagai Tembok Barat di yang berada di lingkungan Masjid Al Asqsha di Yerusalem Timur. 

“Setelah 12 tahun pembangunannya, sinagog baru dibuka pada Senin malam,” rilis Yayasan Heritage milik pemerintah Israel.

Dalam beberapa tahun terakhir, pelbagai institusi Islam di Yerusalem Timur telah berulang kali melancarkan protes atas penggalian bawah Masjid al Aqsha yang dilakukan otoritas Zionis Israel. 

Dalam pernyataannya, Syeikh Ekrema Sabri, kepala Lembaga Tinggi Islam dan mantan imam Masjid Al Aqsha menekankan bahwa Tembok Al Buraq adalah bagian dari tembok barat Al Aqsha. 

“Dinding itu adalah bagian warisan Islam kita dan akan tetap seperti itu hingga kiamat,” tegasnya.

Israel mengucurkan tidak kurang 50 milyar dollar untuk pembangunan kuil Yahudi di bawah Al Aqsha.

“Penjajah Israel tidak  berhak atas warisan Yerusalem,” tambahnya. “Sinagog baru ini tidak mempunyai akar sejarah.”

“Semua bangunan baru oleh penjajah di Yerusalem tidak sah dan tidak ada dasar sejarahnya,” ungkap Sabri, seraya menambahkan kota suci ini tidak dapat dibagi.

Pada Oktober 2016, UNESCO melakukan pemungutan suara atas resolusi yang membantah keterkaitan Yahudi atas Masjid Al Aqsha dan tembok Buraq di Yerusalem. 

Ketegangan telah memuncak di kawasan Timur Tengah sejak Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember, serta mengundang kecaman dari seluruh dunia. Kemarin, Dewan Keamanan AS juga memveto resolusi yang mengecam keputusan Trump. Walhasil resolusi tersebut tidak dapat diundangkan karena langkah sepihak AS tersebut. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *