Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/post-template.php on line 275

Jaringan Global Pasukan Pembunuh Israel

 

Badan intelejen Israel Mossad sejak lama dikenal karena kebrutalannya. Para agennya memiliki sejarah panjang berkeliling dunia menggunakan paspor palsu maupun curian dari negara-negara sekutunya untuk melakukan penculikan, penyiksaan dan pembunuhan atas musuh-musuh Israel.

Pada 1972, misalnya, Mossad membunuh novelis dan aktivis Marxis Palestina Ghassan Kanafani. Kanafani yang populer di dunia Arab juga aktivis Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP). Sebuah bom meledakkan dirinya dan keponakannya yang berumur 17 tahun di Beirut.

Sementara para korbannya mayoritas warga Palestina dan bangsa Arab, pada 1986, Mossad menculik dan memenjara disiden Israel, Mordechai Vanunu, yang mengoceh tentang senjata nuklir Israel. Mantan teknisi nuklir ini memberitakan kepada dunia tentang kemampuan Israel membuat senjata nuklir. Dia memberi bukti kepada Sunday Times di London, yang pada akhirnya mencetak beritanya tersebut. Sayangnya, dia juga menyampaikan ceritanya tersebut kepada The Mirror, dimana pemiliknya adalah Robert Maxwell yang dekat dengan intelejen Israel. Kedutaan Israel di London mendapat kabar tentang rencana penerbitan berita tersebut. Vanunu terjebak rayuanย seorang agen perempuan Mossad untuk pergi ke Italia, dimana dia dibuat mabuk, diculik dan dikirim kembali ke Israel. Disana, pengadilan mengganjarnya dengan hukuman 18 tahun, 11 tahun diantaranya mendekam dalam penjara isolasi. Rejim penindas Israel hingga kini masih menolak dirinya hengkangย dari negaranya.

Kanafani dan Vanunu adalah dua contoh cara kerja Mossad, Ada banyak lainnya. Tahun lalu, pasukan global pembunuh Israel melakukan pekerjaaan rutin mereka membunuh para pejuang Palestina dan para aktivis yang tidak bersenjata lainnya.

Pada Desember, para agen Mossad membunuh insinyur penerbangan Muhammad Zouari di Tunisia. Zouari mengepalai program pesawat tanpa awak Brigade Qassam, sayap bersenjata Hamas, Gerakan Perlawanan Islam Palestina.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman yang rasis mengonfirmasi peran Mossad dalam pembunuhan tersebut, menjawab pertanyaan tentang pembunuhan tersebut dengan mengatakan:“Kami akan terus melakukannya dengan cara yang terbaik apa yang kita tahu bagaimana melakukannya. Ini adalah dalam rangka melindungi kepentingan kita.”ย Bulan lalu, Presiden Tunisia Neji Caid Essebsi mengonfirmasi bahwa pemerintah Israel berada dibalik aksi pembunuhan tersebut.

Zouari ditembak mati diluar rumahnya di Sfax 15 Desember. Essebsi menghadapi protes rakyat di Tunisa karena pembunuhan tersebut karena pemerintah dianggap tidak melakukan penyelidikan yang memadai terkait aksi tersebut dan menyeret pelakunya ke pengadilan. Pembunuhan tersebut dilakukan dengan senjata peredam dan pencurian kamera CCTV (Sebagai pelajaran atas kasus pembunuhan komandan Hamas oleh Hamas di Dubai pada 2010).

Artikel terbaru di koran Haaretz menyebutkan bagaimana pembunuhan tersebut sebagai aksi ekstra yudisial yang dilakukan Israel dalam beberapa tahun terakhir. Koran tersebut mengklaim bahwa kebijakan Israel adalah “bahwa serangan terhadap teroris dimaksudkan sebagai upaya untuk mencegah serangan dimasa depan, tidak menghitung jumlahnya.”

Dalam kenyataannya, klaim tersebut sepenuhnya tidak berlaku pada pembunuhan Omar Nayef Zayed, mantan aktivis Marxis PFLP. Dia tidak menginjak kakinya di Palestina yang diduduki Israel lebih dari 25 tahun, namun hal itu tidak mencegahnya ditemukan tewas di kedutaan Otoritas Palestina di Bulgaria Februari tahun lalu.

Keluarganya menyatakan pada waktu itu bahwa Mossad bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Saudara mengatakan bahwa mereka “melemparnya keluar dari balkon kedutaan, sehingga menewaskannya.” Zayed mencari perlindungan ke kedutaan setelah Israel tiba-tiba memintanya diekstradisi dari Bulgaris setelah lebih dari 20 tahun hidup tenang disana. Dia dianggap menjadi bagian dari komunitas diaspora Palestina di negara tersebut selama lebih 20 tahun. Cerita sebelumnya adalah bahwa Zayed lolos dari penjara Israel pada 1990 setelah didakwaย di pengadilan militer pada 1986 karena membunuh seorang pemukim Yahudi.

PFLP menuduh Mossad membunuh Zayed namun juga menyalahkan “pemerintah Bulgaria dan aparat keamanannya yang mengejar kamrad Nayef Zayed untuk ditangkap selama lebih 3 bulan.” Ada juga pembicaraan tentang kolusi Mossad dengan Otoritas Palestina. Saudara Zayed, Hamza mengatakan bahwa duta besar Otoritas Palestina di Sofia telah memberitahu Zayed bahwa mereka akan membunuhnya dengan meracuni makanannya dan sebuah pesawat akan menunggunya untuk dipulangkan ke Israel.

Media Israel pada waktu itu membuat insinuasi yang tidak berdasar bahwa Zayed melakukan bunuh diri. Haaretz melaporkan bahwa “dia jatuh dari lantai atas”. Namun menurut jurnalis Amerika Richard Silverstein, pembunuhan atas dirinya dilakukan sebagai bagian dari dendam pribadi oleh Direktur Mossad yang baru, Yossi Cohen. Cohan adalah ketua Mossad wilayah Eropa pada saat Zayed melarikan diri. Dia marah karena dia lari dari pengadilan Israel ke Eropa yang seharusnya berada dibawah pengawasannya. Cohen menjabat posisi barunya pada Januari 2016, sebulan sebelum Zayed ditemukan tewas. Otoritas Bulgaria memerintahkan penyelidikan baru atas kematiannya.

Israel ingin menggambarkan dirinya sebagai negara demokrasi yang cinta perdamaian, namun dalam kenyataannya berseberangan sama sekali. Pelbagai aktivitas pembunuhan yang dilakukan Mossad adalah fakta yang tidak terbantahkan.

 

 

 

Facebook Comments

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *