Kampanye Boikot Israel Alami Banyak Kemajuan

 

Komite Nasional BDS Palestina (BNC) memimpin dan mengordinasikan gerakan boikot, divestasi dan sanksi. 2016 menjadi tahun terbesar bagi kampanye BDS, namun juga tahun besar bagi penindasan anti BDS.

Bagi BNC setengah tahun ini, 2016 akan diingat sebagai “tahun perang all-out Israel melawan gerakan BDS global yang dipimpin Palestina”.

Perang itu meliputi penahanan dan larangan berpergian terhadap para pemimpin BDS Palestina. Negara Israel tahun ini juga melakukan agitasi terhadap para aktivis BDS dengan mengancam mereka akan menjadi target pemusnahan sipil.

Ada pelbagai gerakan di AS dan Inggris untuk melarang kritik atas Zionisme dan tindakan penting untuk memerangi BDS.

PM Inggris Theresa May bahkan mengecam gerakan ini pada acara makan malam tahunan Conservative Friends of Israel, dengan menyatakan bahwa “gerakan boikot, divestasi dan sanksi adalah tindakan salah, tidak dapat diterima. Partai ini dan pemerintah tidak punyaย tidak mendukung mereka yang melakukannya.”

Namun, tidak satupun yang dapat menghentikan gerakan BDS untuk mendapatkan simpati. Faktanya, aksi penindasan hanya menambah mereka semakin bertekad menyerukan boikot atas Israel hingga negara tersebut mengakhiri pendudukan Palestina, memberikan hak yang sama dan mengijinkan para pengungsi Palestina kembali ke tanah airnya.

Kemenangan terbesar BDS adalah penarikan G4S, yang diumumkan pada bulan ini, menandai berakhirnya kontrak dengan perusahaan keamanan terbesar di Israel karena keterlibatannya dalam mengoperasikan penjara Israel dan permukiman ilegal di Tepi Barat. Kemenangan tersebut terjasi beberapa tahun setelah kampanye BDS melawan perusahaan multi nasional ini. “Kami akan melanjutkan kampanye hingga G4S mengakhiri semua keterlibatannya dalam pelanggaran hak sipil rakyat Palestina”, kata aktivis BNC Rafeef Ziadah.

Namun, kordinator BNC Eropa menyebut perjuangan mereka seperti perjuangan melawan Apartheid di Afrika Selatan dahulu. “Tekanan BDS atas rejim pendudukan Israel, kolonialisme pemukim dan apartheid menjadi beberapa perusahaan multi nasional menyadari bahwa memberi keuntungan dari pelanggaran Israel atas hak rakyat Palestina tidak hanya tidak etis namun juga secara sosial tidak bertanggung jawab,” ungkap Riya Hassan,” namun juga menjadi preseden bisnis yang buruk.”

Tahun ini juga menjadi kemenangan BDS lainnya atas CRH, perusahaan material bangunan dari Irlandia. Kampanye Solidaritas Palestina di Irlandia selama 10 tahun menuntut CRH berhenti menjalankan aktivitasnya di Israel dan Tepi Barat. Perusahaan itu terlibat dalam memasok beton bagi pembangunan tembok apartheid di Tepi Barat demikian permukiman koloni Yahudi yang melanggar hukum internasional.

Pada Januari, CRH mencabut seluruh operasinya di Israel, Ketua IPSC Martin O’Quigley mengatakan “kemenangan penting bagi rakyat Palestina” yang hidup dalam penjajahan Israel.

Perusahaan telekomunikasi Perancis Orange juga merasakan dampak BDS pada Januari. Setelah kampanye besar melawan perusahaan tersebut oleh BDS Mesir, maka merek Orange tidak ada lagi setelah perusahaan tersebut mengakhiri kontraknya dengan perusahaan komunikasi Israel.

Aktivis kampanye BNC di dunia Arab Guman Mussa mengatakan berita tentang “sukses yang dicapai gerakan BDS menunjukkan bahwa perusahaan dan investor internasional menyadari fakta keterkaitan rejim kolonisasi, pendudukan dan apartheid buruk bagi bisnis. Kami menyampaikan selamat dan berterima kasih kepada para aktivis dan organisasi yang terlibat dalam kampanye internasional yang telah berlangsung 6 tahun.”

Orange membantah bahwa tindakan tersebut dilakukan karena seruan BDS, namun bantahan tersebut tampaknya tidak benar. Tidak ingin kelihatan lemah dihadap kampanye HAM, perusahaan-perusahaan tersebut lebih sering tidak mengakui adanya tekanan tersebut. Fakta sederhana adalah bahwa kampanye BDS Mesir sangat penting karena cabang Orange Mesir memiliki 33 juta pelanggan.

Pertumbuhan BDS di dunia Arab menjadi trend penting pada 2016. seperti BDS Mesir, BDS Yordania juga melakukan kampanye masif menolak perjanjian gas kerajaan dengan Israel. Ada juga kampanye di Kuwait dan Maroko.

Perjuangan yang saling beriris semakin menonjol ketika aksi solidaritas datang dari gerakan Black Lives Matter (BLM) ย di AS. Delegasi gerakan ini membuat keputusan penting dengan menjadi gerakan BDS sebagai platformnya. Maka gerakan ini menghadapi tuduhan dan fitnah sebagai gerakan anti Semitis, namun gerakan BLM tidak gentar. Para pembela gerakan ini mengatakan “untuk semua yang percaya bahwa semua umat manusia berhak hidup merdeka, maka bergabunglah dengan kami. Bagi mereka yang tidak membela kulit hitam karena keyakinan ini, maka selamat tinggal. Kami tidak butuh anda dalam gerakan kami.”

 

 

 

Target terbesar bagi BDS pada 2016 adalah Hewlet Packard, perusahaan IT raksasa. Perusahaan tersebut menyediakan checkpoint militer Israel di Tepi Barat, bagian penting dari infrastruktur penjajahan yang menyebabkan penderitaan tidak terperi bagi rakyat Palestina setiap harinya.

Para aktivis mengatakan bahwa 150 aksi telah dilakukan atas HP pada November-Desember di 40 kota Inggris sendiri. Kampanye tersebut juga menunjukkan tanda-tanda awal yang berhasil, karena satu gereja di California pekan lalu memboikot produk HP.

Apa perang yang akan dilakukan Israel atas BDS pada 2017, kita lihat saja. Satu hal yang pasti adalah bahwa dukungan terhadap BDS semakin berkembang dan besar serta semakin efektif.

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *