Kandidat Menhan AS Kritik Israel Negara Apartheid

Mantan Jenderal Angkatan Laut AS James Mattis yang dicalonkan Donald Trump sebagai calon Menteri Pertahanan ingatkan Israelย dapat menjadi negara apartheid.

Jenderal Mattis bertemu dengan Trump pada Sabtu dikabarkan untuk mengisi pos kabinet dalam pemerintahannya.

“Jenderal James ‘Mad Dog’ Mattis, yang dipertimbangkan menempati posisi Menhan, tampak sangat impresif saat bertemu dengan Trump. Usai bertemu, Trump mentwit, “Benar-Benar Jenderalnya Para Jenderal”.

Mattis dikenal sangat kritis dalam kebijakan AS di Timur Tengah, sebelumnya dia mengatakan bahwa AS harus membayar “biaya keamanan” di Timur Tengah karena sikapnya yang bias dan condong kepada Israel dan Israel sendiri sedang menjadi negara apartehid karena pendudukannya atas Tepi Barat.

Pada 2013, dia dikutip mengatakan: “Situasi sekarang ini tidak dapat dipertahankan.”

Pandangan Mattis bahwa Israel dapat menjadi negara apartheid jika solusi dua negara tidak dilaksanakan, boleh jadi akan berbenturan dengan sikap Trump yang menentang penyelesaian dua negara.

Mattis kemudian memperkirakan akan terjadi kekacauan jika negara Palestina merdeka tidak diwujudkan:”Jika saya berada di Yerusalem dan saya menempatkan 500 pemukim Yahudi disana di bagian timur dan ada 10 ribu warga Arab yang telah tinggal disana, jika kami harus menarik batas dengan memasukkan mereka, maka salah satu yang terjadi adalah tidak ada negara Yahudi atau anda mengatakan warga Arab tidak boleh memberikan suara- maka hal itu apartheid,” tandasnya.

“Hal itu tidak dapat diterapkan saat lalu, saya melihat praktik itu yang sekarang terjadi disana.”

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *