Kepala Staff Militer Israel: Hamas dan Hizbullah Terlalu Lemah untuk Bertempur

Kepala Staff militer Israel, Gadi Eisenkot meyakini bahwa Hizbullah dan Hamas terlalu lemah untuk melakukan serangan militer atas Israel.

Eisenkot mengenyampingkan kemungkinan adanya perang baru dengan salah satu kelompok dalam waktu dekat karena mereka sekarang tidak tertarik membuka konflik baru dengan Israel dan dalam kasus Hizbullah, mereka sekarang menghadapi demoralisasi karena perang Suriah,

Berbicara dalam pertemuan tertutup dengan Komite Pertahanan dan Urusan Luar Negeri Knesset, Eisenkot mengatakan bahwa meskipun Hizbullah mendapatkan pengalaman perang di Suriah, namun mereka sekarang secara militer lemah.

“Operasi militer Hizbullah di Suriah telah mengakibatkan krisis moral dan finansial dalam internal mereka,” tandasnya.

Komentara Eisenkot disampaikan menanggapi pertanyataan pemimpinnya Hassan Nasrallah bahwa kelompoknya tidak terikat dengan “red line” (batas merah) dalam berperang dengan Israel.

Nasrallah juga mengancam menyerang fasilitas nuklir Israel di selatan Kota Dimona dalam pidatonya pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Eisenkot juga menjelaskan kemungkinan ancaman Hamas di perbatasan selatan Israel. Dia menyatakan tidak yakin bahwa gerakan Islam itu memiliki “keinginan” untuk melancarkan serangan kepada Israel saat ini.

Hamas dan Hizbullah telah menhadapi berkali-kali serangan militer Israel dalam beberapa tahun. Tiga kali serangan Israel atas Gaza selama 10 tahun terakhir ini dan serangan Israel di Lebanon pada 2006 dicatat sebagai upaya gagal Israel untuk menghancurkan dan menggulung kemampuan dua organisasi Islam ini.

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *