Komisioner HAM PBB Ingatkan Bahaya Islamophobia Barat

Komisioner Tinggi HAM PBB  Zeid Ra’ad Al Hussein dalam Konperensi Keamanan mengingatkan politisi sayap kanan Belanda Geert Wilders dan para politisi  “populis, demagog dan yang sedang berfantasi secara politik” akan bahaya bangkitnya aksi kekerasan karena tindakan politik mereka. Demagog adalah politisi yang menggunakan prasangka rasial dan keagamaan untuk menaikkan popularitas mereka.

“Sejarah telah mengajarkan Tuan Wilders dan orang-orang sejenisnya bagaimana xenophobia dan intoleransi dapat dipersenjatai”, tukasnya. “Atmosfer akan menjadi pekat dengan kebencian, pada titik inilah, berubah secara cepat menjadi kekerasan kolosal.”

Zein menyebutkan bahwa kampanye Wilders untuk melarang Muslim dan Al Qur’an di Belanda adalah kampanye yang “Menjijikkan”.

Zein juga menyebut Trump di AS, Nigel Farage di Inggris dan Mareine Le Pen di Perancis dan menuduh mereka menggunakan taktik  kelompok Daesh.

“Jangan salah, saya tidak menyamakan aksi para nasionalis demagog dengan Daesh,” tandasnya, “Namun model komunikasi mereka, seperti memelintir kebenaran dan kecenderungan oversimplifikasi, maka propaganda dan taktik Daesh sama persis dengan propaganda dan taktik para politisi populis ini.”

Kepala komisi HAM PBB ini juga mengatakan  bahwa kandidat presiden AS dari Partai Republik menyebarkan “prasangka ras dan agama yang merendahkan derajat manusia”.

Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa suara Wilders akan memimpin dalam pemilu parlemen di Belanda pada Maret 2016. Diantara kampanye terpentingnya adalah menutup perbatasan dari para imigran Muslim, menutup masjid-masjid dan melarang Al Qur’an. Dia juga ingin Belanda keluar dari Uni Eropa.

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *