Komite Aqsha: Israel Memanipulasi Sejarah

Anggota Komite Rekonstruksi Masjid Al Aqsha menolak rencana Israel untuk menyahudisasi tempat-tempat suci umat di wilayah penduduk Yerusalem.

“Israel mencoba memaksakan kendali ruang dan hukum atas Masjid Al Aqhsa, sementara terus mencegah restorasi interiornya,” ungkap Bassam al Hallaq, direktur organisasi proyek ini.

Dalam wawancaranya dengan Qud Press, Al Hallaq menyatakan proyek Israel di Al Aqsha dalam rangka “memalsukan sejarah”.

Menanggapi laporan Israel yang menyatakan bahwa para arkeologis Israel menggeser tanah dari Al Aqsha untuk mencari “artefak dari kuil kuno”, Al Hallaq mengatakan klaim tersebut tidak berdasar, karena itu merupakan sisa-sisa restorasi yang terjadi selama renovasi tempat shalat Marwani 15 tahun lalu, masih berada di wilayah di halaman Al Aqsha, namun Israel tidak memperdulikannya.”

Komite menekankan haknya untuk melakukan renovasi didalam masjid tersebut.

PM Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa tanah yang dipindah dari halaman Masjid Alqsha dalam rangka mencari “artefak dari era kuil kuno.”

26 Oktober 2016, Komite Warisan UNESCO PBB meratifikasi resolusi yang mengecam pelanggaran Israel atas situs arkeologi Isrlam di kota Yerusalem yang dirampas Israel.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *