Konferensi Islam yang Memalukan

Musuh Islam dan pembenci kaum Muslimin telah mengunjungi tanah Nabi Muhammad SAW, Rasul Islam, dan tanah dari 2 Masjid suci, untuk memproklamisrkan perang melawan Islam dan Muslim di depan para presiden, raja dan emir negara-negara Muslim yang dia kendalikan seperti kerbau yang dicucuk hidungnya dari negara-negara mereka. 

Orang, yang pernah bersumpaj sebelum pemilu untuk memerah susu hingga kehabisan dan kemudian membunuhnya , yang dimaksudkannya adalah Arab Saudi. Presiden Amerika, Donald Trump yang dulunya berjanji untuk menghapus Islam dari muka bumi dan melarang Muslim dari beberapa negara, termasuk Arab Saudi untuk masuk ke AS, sekarang mengunjungi negara itu. Anehnya, pada saat bersmaan, Saudi kini masih berada dibawah sanksi Keadilan Terhadap Sponsor Tindakan Terorisme (JASTA) yang telah disetujui Konggres. Menjelang kedatangannya, dia disambut meriah dan berlebihan diatas siapapun. 

Jelas situasi ini ironis, atau lebihnya tepatnya seperti komedi hitam ketika Presiden Donald Trump memimpin Pertemuan Puncak Negara-Negara Islam dan Teluk, seperti dirinya seorang khalifah bagi negara-negara Muslim dan telah menjadi “pemimpin orang-orang beriman”. Dia mengeluarkan perintah kepada orang-orang yang duduk di hadapannya untuk memerangi terorisme dan mengusirnya dari negara-negara mereka. Dia berkata bahwa Amerika tidak akan berperang untuk kepentingan mereka dan kemudian memberikan lampu hijau untuk memerangi rakyatnya sendiri. Dia menyatakan Hamas sebagai organisasi teroris dan tidak ada satupun tamu yang hadir keberatan, karena mereka sadar tidak berani melawan “Pemimpin Orang-Orang Beriman”.

Trump juga mengumumkan akan membuak Pusat Global untuk Memerangi Ideologi Ekstrimis (GCCEI) di Arab Saudi. Lembaga yang akan dipimpin oleh Arab Saudi dan AS tentunya. Kita semua tahu siapa yang akan disebut sebagai ideologi ekstrimis dalam opini AS dan Trump khususnya, yakni Ideologi Islam. Oleh karena itu, dia terang-terangan menyatakan perang terhadap Islam di tanah Islam. Negara Saudi yang pemurah membayarnya 460 milyar dollar untuk menyelamatkan kerajaannya, yang terancam oleh Iran, momok yang diciptakan AS untuk Arab Saudi agar dapat mengeksploitasi dan merampas kekayaannya. AS telah melakukan sebelumnya, selama pemerintahan Saddam, hingga kemudian menyerbu Irak dan kini menyerahkannya ke Iran, musuh bersejarahnya. 

Namun, sayangnya, Arab Saudi tidak belajar dari pelajaran sejarah masa lalunya dan menunjukkan dirinya sebagai pemimpin paling bodoh dalam sejarah dunia. Trump tidak menyambut inisiatif Raja Abdullah untuk perjuangan Palestina, seperti yang diharapkannya, maupun mengacu solusi 2 negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina atau “mengambil momentum kesepakatan di abad ini” seperti disebutkannya.  Dia hanya menyebut bahwa dirinya akan mengunjungi Yerusalem dan bertemu dengan Netanyahu, yang menunjukkan perjuangan rakyat Palestina bukanlah agendanya. 

Konferensi ini benar-benar konferensi yang memalukan dan merendahkan. Konferensi pada hari kematian orang-orang Arab dideklarasikan, karena mereka tidak lagi ada dalam peta dunia. Mereka kini secara resmi berada dibawah tenda Amerika dan kita sama sekali tidak bersedih karena itu ketika mereka menerima penghinaan dan rasa malu oleh mereka yang mendeklarasikan perang atas agama mereka sendiri untuk mempertahankan singgasananya. Kutukan atas singgasana-singgasana tersebut, kutukan atas mereka, yang telah kehilangan agama dan uang mereka dan memberikannya kepada pihak yang memerangi agama mereka pada saat negara-negara Islam kelaparan.

Pada saat Arab Saudi serta para penguasa Arab dan Muslim merayakan kedatangan sang khalifah Muslim ke negara mereka dan menawarkan kesetiaan dan loyalitas, penguasa Gedung Putih sedang terancam pemakzulan setelah skandal hubungannya dengan Rusia dan pengungkapan rahasia mereka. Ini merupakan ironi aneh yang menunjukkan perbedaan antara kita dan mereka, misalnya, perbedaan antara keseriusan nilai dan prinsip dengan kebohongan, manipulasi dan sesat jalan. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *