Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/post-template.php on line 275

Larangan Muslim versi Trump Kembali Dikeluarkan

Presiden Donald Trump menandatangani kembali perintah presiden Senin untuk melarang penduduk dari 6 negara Muslim masuk ke AS. Perintah presiden terbaru ini mengeluarkan Irak dari daftar yang baru setelah keputusan sebelumnya dibatalkan pengadilan.

Linda Sarsour dalam twitnya menyebut perintah presiden Trump yang terbaru sama inkonstitusional dengan larangan sebelumnya.

Perintah baru yang berlangsung 16 Maret ini memberlakukan larangan selama 90 hari bepergian ke AS bagi penduduk Iran, Libya, Suriah, Somalia, Sudn dan Yaman. Larangan tersebut berlaku bagi pelamara visa baru, yang berarti 60 ribu orang yang memiliki visa dibawah peraturan sebelumnya akan diijinkan masuk ke AS.

Para pembela imigran menyebutkan bahwa larangan terbaru tersebut masih mendiskriminasikan Muslim dan gagal memahami keprihatinan mereka atas larangan sebelumnya. Para pakar hukum mengatakan bahwa larangan kali iniย akan lebihย sulit untuk diuji karena hanya berpengaruh kepada sedikit orang yang tinggal di AS dan memberikan lebih banyak perkecualian untuk melindungi mereka.

Trump yang sebelumnya mengusulkan larangan kepada Muslim untuk bepergian sementara ke AS dalam kampanyenya tahun lalu mengatakan bahwa peraturan 27 Januari ย merupakan tindakan yang dibutuhkan bagi keamanan nasional untuk mencegah serangan dari militan Islamis.

Larangan tersebut menimbulkan kekacauan dan protes di bandara, dimana para pemegang visa ditahan dan kemudian dideportasi kembali ke negara asalnya. Langkah tersebut tidak pelak mengundang kritik tajam dari negara-negara terdampak, para sekutu Barat dan beberapa perusahaan terkemuka AS sebelum keputusan presiden tersebut dibekukan pengadilan, 3 Januari.

“Karena ancaman terhadap keamanan kita terus terjadi dalam beragam bentuk, maka tindakan tersebut patut diambil hingga kita secara berkelanjutan mengevaluasi kembali dan menguji kembali sistem yang kita andalkan dalam melindungi negara kita,” ujar Menlu A, Rex Tillerson kepada jurnalis setelah Trump menandatangani keputusan barunya.

Namun pernyataan tersebut dibantah Steven Rattner dalam twitnya. Dia menyebutkan bahwa dalam 40 tahun terakhir, tidak ada serangan teroris atas AS dari orang yang berasal dari 6 negara yang dilarang.

Larangan yang Tidak Bermoral

Demokrat dalam konggres merespon larangan tersebut dengan keras dan menyebut larangan tersebut diskriminatif.

“Pengepakan kembali aturan Trump tidak akan merubah tujuannya berbahaya, imoral dan inkonstitusional terhadap larangan pengungsi dan Muslim,” ujar ketua partai Demokrat di Konggres, Nancy Pelosi.

Farhana Khera, Direktur eksekutif Advokasi Muslim, kelompok HAM di Washington menegaskan bahwa pemerintah Trump “telah melipatgandakan aksi anti Muslim.”

Dia menegaskan bahwa larangan ini jelas dimaksudkan sebagai larangan terhadap Muslim.

Namun beberapa tokoh Republik yang dulunya kritis terhadap larangan sebelumnya menjadi lebih positif terhadap larangan terbarunya.

Bob Corker, ketua Senat Komite Hubungan Luar Negeri mengatakan bahwa dia “sangat terdorong” oleh pendekatan dan senang Irak dikeluarkan dari larangan tersebut.

Irak dikeluarkan dari daftar larangan karena pemerintah Irak telah memberlakukan prosedur yang ketat, seperti pengawasan visa dan informasi data, serta bekerjasama dengan AS dalam memerangi Daesh, ungkap juru bicara Gedung Putih.

Larangan Trump sebelumnya digugat oleh pelbagai kelompok HAM di AS. Kementerian Kehakiman memperkirakan 60 ribu visa yang sempat dicabut dalam larangan pertama, kini berlaku kembali dan diperbolehkan masuk ke AS.

“Dengan pembatalanย aturan sebelumnya, Presiden Trump menegaskan satu hal: pelarangan sebelumnya tidak dapat dipertahankan secara hukum, konstitusional dan moral,” ujar Jaksa Bob Ferguson dari negara bagian Washington, yang sukses memerintahkan larangan sebelumnya dibekukan.

Kantornya belum memutuskan apakah akan mengambil jalur hukum atas perintah baru ini, ujarnya.

Pemimpin Senat dari partai Demokrat Chuck Schumer mengatakan dia berharap aturan yang direvisi ini dapat diuji kembali di pengadilan sebagaimana aturan sebelumnya.

“Larangan yang dimoderasi masih tetap juga larangan,” ungkapnya. “Meskipun ada perubahan administratif, perintah eksekutif ini berbahaya dan semakin membuat kita tidak aman dan tidak mencerminkan semangat dan nilai Amerika. Larangan itu harus dicabut.”

Sulit untuk Dibatalkan

Kenyataannya larangan tersebut berdampak kepada sedikit warga AS sehingga lebih sulit bagi pihak oposisi untuk mengajukan gugatan karena lemahnya dasar hukumnya, ujar para pakar hukum.

Aturan yang direvisi ini memberikan perkecualian kepada warga asing yang dilarang untuk masuk ke AS dalam rangka mengunjungi pasangan, anak atau orang tuanya yang menjadi warga AS atau sedang melakukan tugas profesional atau bisnis.

“Mereka melakukan perubahan dalam rangka mengantisipasi gugatan hukum,” papar Stephen Yale Loehr, profesor hukum Universitas Cornell.

 

 

 

Aturan yang direvisi ini berarti ada puluhan ribu penduduk permanen AS atau pemegang kartu green card tidak lagi terdampak karena aturan ini.

Aturan sebelumnya melarang pengunjung dari 7 negara masuk ke AS selama 90 hari dan semua pengungsi selama 120 hari. Para pengungsi dari Suriah dilarang dalam batas waktu yang tidak ditentukan, namun dibawah peraturan baru ini, mereka tidak diberikan perlakuan yang berbeda.

Para pengungsi “yang sedang transit” dan telah disetujui akan dapat masuk ke AS dibawah aturan baru ini.

Menhan, Jim Mattis bersama para anggota kabinet senior lainnya telah melobi pengeluaran Irak dari daftar negara yang dilarang dan berdasarkan konsultasi ini, “versi yang diperbaharui merefleksikan masukan mereka,” ungkap juru bicara Pentagon.

Ribuan warga Irak telah membantu pasukan AS selama bertahun-tahun sebagai penerjemah sejak invasi AS. Banyak dari mereka tinggal di AS karena terancam keselamatan jiwanya.

 

 

 

Facebook Comments

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *