Lewat Muslimscondemn.com, Hashmi Tunjukkan Muslim Kutuk Terorisme

Heraa Hashmi (19 tahun), seorang mahasiswi Muslim di Universitas Colorado, AS memakai Google spreadsheets membuat 712 daftar halaman di mana Muslim mengecam terorisme. Ia juga mencantumkan sumber tulisan tersebut. Ia menyebarkan hal tersebut melalui Twitternya. Daftar kecaman Muslim itu termasuk kecaman terorisme 9/11.

Proyek Hashmi tak hanya didesain untuk membuktikan Muslim secara konstan mengutuk terorisme. Ini juga membuktikan betapa konyolnya orang berpikir Muslim diharapkan meminta maaf atas aksi terorisme. Padahal, itu bukan kesalahan umat Muslim.

Seperti dilansir Guardian, Ahad, (26/3), Hashmi menyatakan, Muslim yang berjumlah 1,6 miliar diminta meminta maaf atas kesalahan beberapa puluh orang gila (teroris). Menurutnya, ini tak masuk akal.

“Selama ini, saya juga tak melihat KKK atau Gereja Baptis Westboro, atau Lordโ€™s Resistance Army sebagai representasi Kristen. Padahal, mereka ada di pinggiran,” ujar Hashmi.

KKK dikenal sering melakukan berbagai aksi terorisme. Termasuk kekerasan dan pembunuhan terhadap kulit hitam.

“Saya merasa frustasi jika harus disuruh meminta maaf untuk tindakan yang saya tak lakukan. Apalag,i tindakan terorisme yang dilakukan orang-orang gila,” katanya.

Terdapat standar ganda dalam serangan di London. Khalid Masood, pelaku penyerangan di Westminster, London dilahirkan dengan nama Adrian Elms di Dartford, Kent. Ia diyakini pindah agama Islam saat berada di penjara.

Apakah kita mendengar kalau Masood merupakan orang asli Kent? Hingga saat ini tak terdengar kalau ia asli dari Kent, Inggris. Sebab, ini terlihat konyol seorang teroris dari Kent, Inggris. Tak seperti yang diharapkan.

Lalu mengapa Muslim harus meminta maaf atas kesalahan orang-orang gila (teroris) yang bahkan mungkin mereka tak mengenalnya.

Namun, terima kasih kepada Hashmi, jika ada orang-orang yang bertanya mengapa Muslim tak mengutuk terorisme, mereka bisa segera membuka website muslimscondemn.com. Supaya mereka tahu bahwa Muslim pun membenci aksi terorisme.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *