Maher Zain: Terorisme Tidak Punya Agama

zen2Merespon serangan bunuh diri yang mengguncang Madinah, Maher Zain, dalam twitnya menegaskan bahwa pemboman di tempat suci umat Islam itu menunjukkan bahwa terorisme tidak punya agama. Daesh (ISIS), kelompok ekstrimis yang dituduh berada dibalik aksi pemboman  tidak lebih dari kelompok nihilis, yang merusak wajah Islam.

Jika banyak aksi terorisme disematkan kepada Islam, maka  menjadi kewajiban kita untuk menampakkan wajah bukan perang dan kekerasan, ungkapnya.

“Dimanapun kita berada maka kita adalah wajah Islam yang sebenarnya dan apa yang dilakukan Daesh adalah wajah buruk dan musuh utama  Islam,” tegasnya.

Sebagai seroang artis, di akan berjuang membangkitkan kesadaran kaum Muslimin melalui sosial media dan menunjukkan solidaritas kepada mereka yang terdampak dengan aksi terorisme.

Maher Zain telah menciptakan lagu yang mengungkapkan solidaritasnya kepada Palestina dan Suriah, maka kini dia akan merilis single anti terorisme dengan bekerjasama dengan pelbagai artis di seluruh dunia.

Serangan Bom Bunuh Diri Mengguncang Saudi

Sebelumnya, serangkaian serangan yang terkordinasi menarget tiga kota di Arab Saudi. Konsulat AS di jeddah, Masjid Syiah di Qatif  dan kantor polisi di dekat Masjid Nabawi Madinah. Menjadi serangan terburuk

Mengutip kementerian  dalam negeri Saudi,  seorang pembom bunuh diri meledakkan diri di depan konsulat AS di Jeddah sesaat setelah aparat keamanan mendekati pelaku karena mencurigai gerak-geriknya. Pelaku tewas dan dua polisi terluka ringan.  Beberapa mobil di lokasi pemboman rusak. Dilaporkan tidak ada korban jiwa diantara staff konsulat Amerika.

Sementara pemboman di depan markas kepolisian di dekat Masjid Nabawi merenggut lebih banyak korban. 5 polisi meninggal dan 4 lainnya terluka.  3 pelaku pemboman tewas di tempat kejadian.

Masjid Nabawi dikunjungi jutaan umat Islam untuk berhaji dan menunaikan umrah. Kawasan tersebut biasanya padat dengan kaum Muslimin yang menjalankan I’tikaf menjelang berakhirnya bulan Ramadhan.

Dari beberapa gambar video tampak  dampak ledakan besar, kebakaran beserta suara sirene mobil ambulan yang meraung.

Sementara di Qatif dilaporkan tidak ada korban, kecuali pelaku pemboman yang menargetkan masjid kalangan Syiah. Qatiff adalah basis pemeluk Syiah dimana Nimr bin Nimr, ulama terkemuka Syiah Januari lalu dieksekusi pemerintah Saudi. Pemboman dilakukan sesaat setelah para pengunjung Masjid telah beranjak pulang untuk berbuka puasa.

Kerumunan massa melupakan kemarahan setelah terjadinya ledakan. Kalangan Syiah sebelumnya pernah menjadi target serangan bom bunuh diri. Mei 2015, bom bunuh diri meledak di sebuah Masjid di Qatiff yang merenggut 21 korban jiwa. Kelompok Daesh (ISIS) dituduh berada di belakang aksi pemboman.

TV pemerintah Akhbariyyah mengungkapkan berdasarkan hasil penyelidikan bahwa pelaku pemboman bukan warga Saudi, namun residen, tanpa menyebutkan kebangsaannya. Ada setidaknya 9 juta warga asing yang tinggal di Arab Saudi, diantara 30 juta warga Arab Saudi.

Arab Saudi sejak 2014 menjadi target serangan dan pemboman  kelompok teroris, yang menwaskan puluhan orang. Mereka biasanya menyasar aparat keamanan dan pemeluk Syiah.

Pada hari yang sama, aparat keamanan Kuwait menangkap beberapa terduga teroris, termasuk remaja berusia 18 tahun yang berencana meledakkan masjid pemeluk Syiah di Kuwait. Pemeluk Syiah di Kuwait, sebagaimana Arab Saudi, menjadi target serangan Daesh tahun lalu, yang merenggut nyawa 27 orang.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *