Mantan PM Swedia Kecam Uni Eropa Atas Respon Kudeta di Turki

Reaksi Uni Eropa atas kudeta gagal di Turki mengundang kecaman mantan PM Swedia Carl Bildt selasa lalu. Dia mempertanyakan apakah sikap Brussel, merujuk ibukota Uni Eropa seda ng “tidur atau karena sama sekali tidak peduli.”

Bildt yang pernah menangani perdamaian di Yugoslavia pada 1990, mengatakan bahwa respon para pemimpin Uni Eropa tidak proporsional.

Dalam artikelnya di laman Politico yang berjudul, “Eropa, Bangunlah untuk Erdogan”, dia mempertanyakan waktu yang dibutuhkan Eropa untuk mengecam aksi kudeta yang diduga dilakukan oleh pendukung Fethullah Gulen.

“Tidak ada sama sekali perwakilan senior Uni Eropa yang segera terbang ke Turki untuk mendukung pemerintahan yang sedang menghadapi ancaman konstitusional,” kritiknya.

“Justru sebaliknya, para pemimpin Eropa menanyakan langkah-langkah hukum yang diambil oleh otoritas Turki dalam membersihkan elemen- elemen yang diduga memiliki keterkaitan dengan gerakan Gulen.”

“Ketika Turki dimintai klarifikasi dari Komisi HAM Eropa, justru para pemimpin Uni Eropa menyatakan sikap yang sama, seolah lupa bahwa Perancis juga melakukan hal yang  sama setelah serangan teror November di Paris. Tidak ada sanggahan bahwa Turki memiliki hak serupa sehingga mengambil langkah yang dapat dipandang melindungi diri dari kekuatan yang hendak menghancurkan konstitusi.”

Bildt, yang pernah menjadi PM Swedia dari 1991-1994 dan Menlu dari 2006-2014 mengatakan bahwa jika kudeta itu berhasil maka akan menjadi banjir darah di jalanan Ankara dan Istanbul karena aksi kejam para pelaku kudeta dalam menghadapi rakyat. Perang saudara bisa pecah di Turki.

“Jutaan rakyat Turki akanbergabung dengan dua juta pengungsi Suriah yang tinggal di Turki akan berlayar menuju Eropa untuk menghindari kekerasan, kekacauan dan keselamatan nyawa mereka,” ungkap dia, “Tidak pelak, Eropa akan menghadapi bencana pengungsi yang lebih besar dampaknya ketimbang pada 2015.”

Wakil Ketua Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri ini mengatakan bahwa Eropa beresiko “Kehilangan otoritas moralnya jika tidak secara khusus menangani kudeta ini.”

Dia juga menambahkan:” Uni Eropa akan jauh lebih baik posisinya sekarang jika para pemimpin Uni Eropa segera pergi ke Turki untuk menyatakan kengerian mereka atas aksi kudeta, menyambut suka cita sukses rakyat Turki dalam melawan kudeta dan duduk bersama dengan presiden, pemerintah dan para pemimpin Turki di gedung parlemen dan serta mendiskusikan bagaimana secara kolektif menjamin jalan demokrasi dan Eropa untuk Turki.”

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *