Mc Donald Minta Konsumen Lepas Jilbab

Manajemen makanan cepat saji Mc Donald meminta maaf setelah video beredar Jumat di Twitter yang memperlihatkan seorang mahasiswi Muslim ditolak masuk ke restauran karena memakai jilbab.

Video yang diunggah oleh teman perempuan itu yang tidak bersedia mengungkap jati dirinya menunjukkan seorang penjaga keamanan memintanya untuk melepas jilbabnya. 

Dia menolak dan menggunakan telponnya untuk memfilm insiden tersebut, yang terjadi di cabang London utara, jalan Sisters Road di Distrik Holloway. 

Klip singkat ini menunjukkan penjaga keamanan berulang kali memintanya untuk mencopot jilbab setelah menahannya masuk restauran.

Muslimah itu bertanya mengapa dia tidak dapat masuk ke Mc Donald, namun dia mengatakan, “Ini masalah melepaskannya.”

Video ini berlanjut dengan tanggapannya. 

“Ini bukan masalah melepaskan. Saya memakai ini karena alasan agama dan saya tidak malu melakukannya, saya akan tetap masuk dan mendapatkan makanan, karena ini hal tidak benar,” lanjutnya.

“Akhirnya terjadi pada saya, seperti pada yang lainnya,” katanya kepada koran The Guardian.

“Ini sulit dirasakan nyata karena saya telah melihat begitu banyak video seperti ini dan akhirnya terjadi pada saya dalam kehidupan nyata. Saya benar-benar tidak percaya. Sahabat saya sangat terkejut dan takut bahwa ini adalah situasi bahaya,” katanya.

“Saya tidak akan masuk lagi ke Mc Donald’s,” pungkasnya.

McDonald’s “tidak mempunyai kebijakan yang membatasi atau mencegah seseorang memakai jilbab atau pakaian keagamaan lainnya untuk masuk ke salah satu dari restaurannya,” kata juru bicara waralaba itu.

“Kami menyambut para pelanggan dari semua keyakinan dan minta maaf kepada pelanggan karena peristiwa itu seharusnya tidak terjadi,” ungkapnya.

“Kami akan menanggapi masalah ini sangat serius dan menangani orang yang terlibat.”

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *