Media Saudi-UEA Bergabung Serang Turki

Segera setelah berakhirnya pertemuan khusus KTT OKI tentang Yerusalem, yang diminta oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sejumlah media Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) mulai menyerang Iran dan Turki dalam cara yang tidak biasanya.ย 

Dalam wawancara dengan Quds Pers, sekjen Institut Arab Turki untuk Kajian Strategis di Turki, Badr al Din Habib Oglu mengatakan: “Isu Yerusalem ternyata berdampak kepada hampir semua rejim Arab, khususnya para rejim di Teluk, khususnya lagi Arab Saudi.”

Dia menambahkan bahwa serangan ini menunjukkan secara terang bahwa UEA dan Arab Saudi terlibat dalam rencana AS-Israel “yang hendak meninggalkan perjuangan Palestina dan menjual Yerusalem sebagai harga dukungan kepada ambisi Mohammed bin Salman beserta paksaannya terhadap visi baru di kawasan ini.”

Oglu menegaskan “marjinalisasi Turki di dunia Islam dan tekanan melalui media adalah bagian dari rencana Zionis yang didukung oleh Arab Saudi dan UEA. Alasan dibalik serangan ini adalah bahwa posisi Turki yang menolak keputusan AS atas Yerusalem sangat kuat dalam memobilisasi protes oleh rakyat Palestina, Arab dan di jalanan negara-negara Islam.”

Dia menambahkan “Turki berupaya mempertahankan posisi dunia Islam, Arab dan Palestina yang kuat melawan keputusan AS atas Yerusalem dan tidak berfokus kepada Arab Saudi. Namun sebaliknya, Turki berfokus menghadapi negara Zionis dan AS, hanya seperti dikatakan Presiden Erdogan. Jika kita tidak dapat melindungi Yerusalem hari ini, kita tidak akan dapat melindungi Mekkah dan Madinah di waktu mendatang.”

Dia menambahkan: “Ini adalah kampanye yang sama dengan kampanye melawan Erdogan di Israel, yang menggunakan pernyataan kelompok sayap kanan ekstrim seperti menteri intelejen dan transportasi Israel saat diwawancarai laman berita Saudi, Elaph.”

Gharbi menyerukan: “Para politisi Saudi yang rasional dan bijaksana untuk dengan cepat menghentikan negara itu kedalam jurang kehancurannya.”

Dia mengatakan: “Pilihan Arab Saudi sekarang menjadi persimpangan yang berbahaya dan pilihannya berdiri dibelakang UEA yang berperang dengan semua front hanya akan menghancurkan impian rakyat Arab perihal keadilan, kehormatan dan kebebasan. Ini adalah pilihan yang berbahaya yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat Saudi sendiri.”

“Pilihan Arab Saudi untuk melawan keprihatinan internasional, dunia Islam dan Arab hanya akan menyebabkan Arab Saudi berada dalam kesulitan di masa depan yang tidak dapat dihadapi oleh diplomasi Saudi sekalipun.”

Al Gharbi juga menekankan:”Sejumlah jurnalis PBB sekarang sedang bekerja mengumpulkan dokumen tentang pelanggaran HAM di dalam negeri dan mulai mempertanyakan kemampuan Saudi untuk melindungi tanah suci, serta mempertimbangkanย  petisi yang meminta para pejabat Saudi untuk diadili karena kejahatan perang di Yaman, serangan pada September dan juga dokumen korupsi dan klaim pembekuan deposit mereka di luar negeri.”

Al Gharbi menyimpulkan dalam wawancaranya dengan Quds Press: “Sungguh tidak dapat diterima bahwa Arab Saudi yang menjaga dua tempat suci mengambil kebijakan yang bermusuhan dengan rakyatnya dan melayani kepentingan Zionis yang diketahui menentang semua keputusan dan legitimasi internasional “. Kemarin koran Al Riyadh mempublikasikan tulisan Dr Abdullah Nasser al Fawzan yang menyerang Iran dan Turki, yang digambarkan sedang “mengumbar perang kata-kata melawan Arab Saudi.”

Dia katakan: “Presiden Iran mengatakan bahwa dirinya tidak keberatan untuk membangun kembali hubungan dengan kita jika dan jika dia mengeluarkan kata-kata serangan yang tidak akan diucapkan oleh orang-orang bijaksana, seolah kita adalah orang yang memutus hubungan dan kita adalah pengemis di pintu-pintunya, dan kini Erdogan, yang saya tidak ingat adanya penguasa kerajaan yang menyerang atau menyalahkan dirinya di masa lalu, namun kita terus melakukan pelecehan. Dia menggunakan Yerusalem sebagai dalih dan anehnya membicarakan tentang bagaimana melindungi Medinah, Makkah dan Kabbah dari Israel serta menganggap dirinnya sebagai salah satu pelindung besarnya. Seolah dia tidak tahu bahwa Iran yang dia bekerjasama didalamnya, menembakkan roketnya ke Mekkah dan Ka’bah..maka, lebih cepat lebih baik, pertahankan Mekkah dan Ka’bah wahai sang penyelamat.”

AL Fawzan menambahkan: “Kami memahami bahwa seluruh isu adalah pembicaraan yang salah dan manipulatif. Jika mereka serius, maka presiden Iran dapat meminta Erdogan untuk menghentikan hubungannya dengan Israel ketimbang memfitnahย kita karena hubungan rahasia kita dengan Israel, dan hubungan-hubungan tersebut adalah sebab musabab dari semua bahaya.”

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *