Memoar Hempher: Pengakuan Super Spy Inggris

Hempher adalah mata-mata Inggris yang dikirim khusus ke Imperium Turki Usmani dengan misi menghancurkan benteng terakhir umat Islam tersebut melalui aksi separatisme negara-negara Arab sehingga dunia Islam terpecah belah.

Mengawali aksi sebagai gelandangan Eropa yang memeluk Islam di Istanbul, Hempher ditampung dan dididik Islam oleh Syaikh Ahmad sehingga semakin terasah pengetahuannya tentang Islam dan Turki.

Hempher sesaat kembaliย ke Inggris untuk dibriefing dan dikirim lagiย ke Basra, Irak untuk melanjutkan misi: “Mengobarkan potensi separatisme di dunia Islam”. Untuk kepentingan tersebut, Kementerian Imperial Inggris mendirikan unit khusus yang mengikuti secara mendalam perkembangan politik dan trend baru dunia Islam. Menurutnya, kecermatan unit ini dalam memprediksi hingga 75 persen.

Basra sendiri dipilih karena menjadi lokasi potensial bagi gejolak politik dan aksi separatisme, dimana kelompok Sunni dan Syiah hidup berdampingan. Hempher dilatih benar mengenal titik lemahย dunia Islam yang menyejarah ini, yakni konflik Sunni-Syiah.

Satu peran menakjubkan unit yang didirikan pemerintah Inggris adalah kemampuan mereka menempatkan para agen yang menyamar (copycat) sebagai pejabat ataupun ulama baik dalam kubu Sunni maupun Syiah. Mereka dididik khusus untuk meniru para figur tersebut dan selanjutnya mengumpulkan informasi tempat mereka bertugas.

Sebagai mahasiswa di Najaf, Hempher tidak menyadari jika dirinya belajar agama dari seorang mata-mata Inggris yang menyaru sebagai Ulama Syiah.

 

Courtesy: worldbulletin.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *